Tegang! Rusia Tuduh Inggris Langgar Komitmen Soal Nuklir

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
21 March 2021 20:00
Inggris Meninggalkan Eropa. (AP Photo/Francisco Seco)

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Rusia untuk Inggris menuduh Pemerintah Inggris telah melanggar komitmen perjanjian international dari rencana peningkatan persenjataan nuklir. Sehingga hubungan diplomatic antara Moskow dan London semakin tegang.

Melansir Reuters, Dalam tinjauan kebijakan luar negeri dan pertahanan Inggris menyatakan perlu meningkatkan persenjataan nuklir dalam menghadapi ancaman keamanan global yang berkembang. Negeri Big Ben mau menaikkan batas stok hulu ledak nuklir menjadi 260 dari 180.

Dari laporan yang sama juga mengklasifikasi Rusia sebagai ancaman paling akut bagi keamanan regional Euro - Atlantic.


Kementerian Luar Negeri Rusia menggambarkan langkah itu sebagai pukulan serius bagi kontrol senjata international. Mereka menyesali keputusan Inggris yang membahayakan stabilitas international.

"Anda meningkatkan hulu ledak sebesar 40%. Ini adalah pelanggaran terhadap perjanjian non-proliferasi dan banyak perjanjian lainnya," jelas Dubes Rusia untuk Inggris Andrei Kelin, dikutip Reuters, Minggu (21/3/2021).

Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir yang sudah diratifikasi Inggris mulai berlaku pada 1970. Pemerintah Inggris telah mengatakan rencananya tidak melanggar pakta tersebut.

Hubungan London dan Moskow kian tegang sebelumnya. Khususnya dari peristiwa pemenjaraan politisi oposisi Alexei Navalny hingga kasus agen ganda Rusia yang diracun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inggris Minta Rusia Tidak Serang Ukraina


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading