Internasional

Duh, Sri Lanka Bakal Tutup Seribu Madrasah & Larang Burkak

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 March 2021 07:52
Prajurit tentara Sri Lanka mengamankan daerah di sekitar Gereja St Sebastian yang rusak dalam ledakan di Negombo, utara Kolombo, Sri Lanka, Minggu, 21 April 2019. Lebih dari seratus tewas dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit dengan luka-luka dari delapan ledakan yang mengguncang gereja dan Hotel di dan di luar ibukota Sri Lanka pada Minggu Paskah, kata para pejabat, kekerasan terburuk yang melanda negara Asia Selatan sejak perang saudara berakhir satu dekade lalu. (AP / Chamila Karunarathne)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Lanka bakal melarang penduduknya menggunakan burka dan menutup lebih dari seribu sekolah Islam. 

Menteri Keamanan Publik Sarath Weerasekera mengatakan bahwa dia telah menandatangani kebijakan itu pada hari Jumat (12/3/2021) untuk persetujuan kabinet dengan alasan keamanan nasional.

"Pada masa-masa awal kami, wanita dan gadis Muslim tidak pernah mengenakan burkak," katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (13/2/2021).


"Itu adalah tanda ekstremisme agama yang muncul baru-baru ini. Kami pasti akan melarangnya."

Kebijakan larangan penggunaan burkak sudah ada sejak 2019 lalu. Yakni setelah pemboman gereja dan hotel yang menewaskan lebih dari 250 orang dan disebut oleh kelompok dari kalangan Islam.

Weerasekera mengatakan pemerintah berencana untuk melarang lebih dari seribu sekolah Islam madrasah yang menurutnya melanggar kebijakan pendidikan nasional.

"Tidak ada yang bisa membuka sekolah dan mengajarkan apa pun yang Anda inginkan kepada anak-anak," katanya.

Larangan pemerintah pada burqa dan sekolah mengikuti kebijakan tahun lalu yang mengamanatkan kremasi korban Covid-19 atau bertentangan dengan aturan umat Muslim, di mana ada kewajiban menguburkan jenazah mereka.

Larangan ini dicabut awal tahun ini setelah mendapat kritik dari Amerika Serikat (AS) dan kelompok hak asasi internasional.

Kebijakan anti-Islam makin gencar setelah Mantan Menteri Pertahaan Gotabaya Rajapaksa yang terkenal karena menghancurkan pemberontakan selama puluhan tahun di utara negara itu terpilih sebagai presiden. Ia menjanjikan tindakan keras terhadap ekstremisme.

Rajapaksa juga dituduh melakukan pelanggaran hak yang meluas selama perang, tuduhan yang dia bantah.


[Gambas:Video CNBC]

(sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading