Sebuah patung berdiri dikelilingi oleh rumput liar di sebuah taman di kota Tomioka, prefektur Fukushima, timur laut Jepang, kemarin. (AP Photo/Hiro Komae)
Fukushima adalah sebuah kota yang masuk dalam regional Tohoku. Saat gempa dan tsunami terjadi pada 11 Maret 2011, musibah diperparah dengan bocornya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Daiichi di Fukushima. Meledaknya tangki nuklir PLTN tersebut membuat sebaran radiasi di prefektur Fukushima memaksa pemerintah Jepang bertindak cepat untuk mengungsikan seluruh masyarakat di sana. Sepuluh tahun berselang, kondisi Fukushima sudah selayaknya kota mati. (AP Photo/Hiro Komae)
Sebuah restoran terbengkalai dikelilingi oleh rumput liar di kota Tomioka, prefektur Fukushima. (AP Photo/Hiro Komae)
Daerah ini merupakan kawasan perumahan warga yang tidak boleh ditinggali lagi entah sampai kapan. Bekas restoran tampak piring dan gelasnya masih terletak di atas meja. Bangku dan meja tak beraturan lagi di dalamnya. (AP Photo/Hiro Komae)
Sejumlah baju masih tergantung walaupun sudah sedikit miring akibat goncangan gempa (AP Photo/Hiro Komae)
Warga masih khawatir akan terkena sisa-sisa radiasi dari nuklir yang bocor. (AP Photo/Hiro Komae)
Potret kantor yang terbengkalai di kota Tomioka, prefektur Fukushima. (AP Photo/Hiro Komae)
Bagian dari zona larangan bepergian ini ditetapkan sebagai situs pemulihan khusus. Para pejabat ingin membukanya kembali pada tahun 2023. Separuh zona lainnya adalah tempat pembuangan limbah nuklir, area yang dipenuhi kantong hitam berisi tanah radioaktif, cabang pohon yang ditebang dan puing-puing terkontaminasi lainnya dikumpulkan dari seluruh kota. (AP Photo/Hiro Komae)