Fumio Ito, seorang pegawai humas di Hotel Minami Sanriku Kanyo, menceritakan peristiwa tentang bencana tsunami tahun 2011 di daerah tersebut kepada wisatawan di dalam bus selama tur di Minamisanriku, Prefektur Miyagi, Jepang utara, kemarin. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Hotel menyediakan tur bus untuk menunjukkan kepada pengunjung sejarah gempa bumi besar dan tsunami yang melanda pantai utara Jepang pada tahun 2011. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Sejak tur dimulai, mereka telah melayani sekitar 400.000 peserta. Beberapa pengunjung ada yang kembali lagi, menurut pihak hotel. (AP Photo/Eugene Hoshiko)
"Dia mengajari saya perspektif yang berbeda," kata Chieko Yoshida, seorang wisatawan yang mengikuti tur. "Mendengar suara seseorang yang mengalami hal ini dalam kenyataan sangatlah penting." (AP Photo/Eugene Hoshiko)
Bus tersebut berhenti di bekas sekolah yang rusak akibat tsunami, pusat pencegahan bencana yang menewaskan 43 pekerja dan bekas aula upacara pernikahan. AP Photo/Eugene Hoshiko)
Gempa berkekuatan M 9,1 dan tsunami yang ditimbulkannya pada 11 Maret 2011, menewaskan sekitar 18.000 orang dan menghancurkan garis pantai. Bangunan di Minamisanriku diratakan, dan lebih dari 800 orang di kota tewas atau hilang. (AP Photo/Matt Dunham, File)
"Saya ingin semua orang tahu bahwa bencana tak terduga bisa terjadi. Saya pikir itu adalah tugas kami sebagai orang yang mengalami (tsunami) untuk membagikannya," kata Ito. Ia merupakan salah satu dari 9 orang karyawan yang memimpin tur bus harian selama satu jam. (AP Photo/Eugene Hoshiko)