Andai Pertamina Pakai Produk Lokal, Nilainya Bisa Rp 250 T!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
10 March 2021 18:50
Kilang Pertamina (Dok. Pertamina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal karena pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) belum maksimal. Bahkan, Presiden sampai memecat pejabat tinggi Pertamina karena masih besarnya impor pipa.

Bobby Gafur Umar, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi dan Migas, mengatakan PT Pertamina (Persero) punya proyek kilang yang nilainya cukup besar. Menurutnya, sampai dengan 2027 nilainya mencapai sebesar US$ 50-65 miliar atau sekitar Rp 800 triliun.

Jika 30% dari nilai Rp 800 triliun ini menggunakan industri dalam negeri, maka manfaat yang bisa dirasakan industri dalam negeri bisa mencapai Rp 250 triliun. Nilai ini menurutnya cukup besar, sehingga pemerintah terus mendorong penggunaan produk lokal.


"Sampai 2027 nilainya US$ 50-65 miliar, jadi nilainya sampai Rp 800 triliun. Kalau 30% industri dalam negeri ambil, nilainya bisa Rp 250 triliun," paparnya dalam webinar 'Membedah Peluang Bisnis 70 Triliun Di Sektor Hulu Migas', Rabu (10/03/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini sudah dibentuk program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Ada tiga tugas utama dari tim ini, di antaranya pemantauan, pengawasan TKDN, dan melakukan sosialisasi.

"Jadi, kita kawal Pertamina dan PLN yang sarat dengan mega proyek untuk bisa memaksimalkan produk dalam negeri. Semua proyek yang ada harus masuk perencanaan. Berapa bobot untuk porsi dalam negeri," jelasnya.

Dia berharap, jangan sampai saat proyek sudah jalan, baru diketahui beberapa komponen yang bisa menggunakan produk dalam negeri. Dari perencanaan, imbuhnya, seharusnya sudah dilakukan pengawalan.

"Industri besi baja China, tahun 1999 kapasitas produksi besi baja 123 juta ton. China kuasai 45% produksi besi baja dunia, naik 683 juta ton di 2011. Dan 2019 dari semua produksi di dunia, China kuasai 53% dengan hampir 1 miliar ton," paparnya.

Negara lain seperti Amerika Serikat (AS), imbuhnya, juga mengharuskan penggunaan produksi lokal, kecuali harga produk lokal lebih mahal 25% dari harga negara lain.

"Program dalam tim P3DN substitusi impor, apalagi ekonomi negara di seluruh dunia kena dampak krisis Covid-19. Pasar semakin mengecil, kita bisa bayangkan kalau nggak berpihak industri dalam negeri. Dampak ekonomi, pengangguran semakin besar," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading