Tambah Panas! Jerman Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
09 March 2021 17:10
FILE - In this Friday, April 21, 2017, file photo, an airstrip, structures and buildings on China's man-made Subi Reef in the Spratly chain of islands in the South China Sea are seen from a Philippine Air Force C-130 transport plane of the Philippine Air Force. (AP Photo/Bullit Marquez, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jerman memutuskan mengirimkan armada tempur ke wilayah perairan Laut China Selatan (LCS) yang disengketakan beberapa negara termasuk China.

Dikutip Reuters, Berlin akan menurunkan armada tempur maritim pada Agustus mendatang. Hal itu merupakan pengiriman pertama kapal perang milik Jerman ke perairan itu sejak tahun 2002.

Pengiriman armada ini merupakan bentuk bantuan terhadap sekutu NATO mereka, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis yang telah melaksanakan operasi untuk menegakkan "peraturan internasional" di wilayah perairan yang kaya akan hasil migas itu.

Namun, Berlin juga mengatakan mereka tidak akan memasuki garis pantai 12 mil dari pulau-pulau yang diklaim oleh China.

Hal itu tentu saja mendapat sambutan hangat dari AS. Washington mengatakan keputusan Jerman merupakan hal yang tepat dalam menjaga stabilitas dan aturan internasional di wilayah itu.

Sementara itu China mengatakan, negara di dunia boleh menikmati kebebasan navigasi dan penerbangan di jalur perairan itu di bawah hukum internasional, tetapi menambahkan bahwa mereka "mereka tidak dapat menganggapnya sebagai alasan untuk merusak kedaulatan dan keamanan negara."



Sebelumnya dua kapal induk AS, USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz, berlayar melewati Kepulauan Spratly untuk menggelar latihan militer bersama dalam operasi kebebasan navigasi di LCS.

Kegiatan yang diperintahkan Gedung Putih ini sempat ditentang China. Beijing mengatakan bahwa misi AS ini adalah misi yang sia-sia.

"Fakta menunjukkan bahwa menahan China adalah misi yang mustahil, dan hanya akan berakhir dengan menembak diri Anda sendiri," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan pada Januari lalu.

Hal ini akhirnya diikuti oleh sekutu AS seperti Prancis. Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Florence Parly mengatakan dua kapal perang mereka membawa misi patroli sejauh 15.000 km dari pantai metropolitan di Samudra Hindia dan Pasifik. Hal ini diklaim merupakan misi yang bertujuan untuk memperkuat hubungan Paris dengan mitranya seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Jepang

Ia juga menambahkan bahwa misi itu untuk memperkuat kekokohan hukum internasional yang berada dalam perairan LCS yang sangat disengketakan itu,

"Mengapa misi seperti itu? Untuk memperkaya pengetahuan kita tentang bidang ini dan menegaskan bahwa hukum internasional adalah satu-satunya aturan yang berlaku, terlepas dari laut mana kita berlayar," ujar Parly.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading