PPKM Mikro Dinilai Efektif Dalam Kendalikan Covid-19, Setuju?

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
04 March 2021 19:29
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito (Tangakapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah tengah melakukan pembahasan melakukan perpanjangan PPKM Mikro yang akan berakhir pada 8 Maret 2021. Saat ini ada pelaksanaan PPKM Mikro dinilai efektif dengan adanya 22.382 posko yang dibentuk, dengan jumlah paling banyak di Jawa Barat sebanyak 6.873 posko.

"PPKM Mikro merupakan model pengendalian yang cukup efektif dan modal penting bagi kita untuk Indonesia tangguh bencana," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Kamis (04/03/2021).

Sejauh koordinasi hambatan yang ada pada PPKM Mikro menurutnya adalah penyaluran dana desa yang belum merata. Sementara dari sisi operasional, laporan rutin setiap minggunya terus kepada penyelenggara dengan Satgas pusat.


"Dari laporan beberapa desa yang bergilir, saat ini kendalanya adalah kecepatan penyaluran dana desa yang belum merata. Sejauh ini posko desa masih mampu menangani hambatan tersebut dengan mengumpulkan dana desa sukarela sebagai dana talangan," kata dia.

Wiku menyebutkan berdasarkan laporan kinerja, yang paling banyak dilakukan adalah edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan dengan lebih dari 1 juta laporan. Kemudian penegakan disiplin lebih dari 130 ribu laporan.

Kemudian provinsi dengan jumlah laporan paling banyak adalah adalah Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta. Kegiatan yang paling banyak mendapatkan teguran yakni pernikahan, rapat dan kegiatan keagamaan.

"Provinsi yang berpartisipasi membuat posko bisa semakin bertambah. Adanya tambahan hanya dalam 2 minggu penanganan patut diapresiasi," ujar Wiku.

"Untuk itu di tingkat administrasi desa diharapkan bisa membantu agar penyaluran dana desa bisa lebih cepat," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading