Sejumlah gerbong kereta terparkir di kawasan Depo Cipinang, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021). Kementerian Perhubungan menyatakan Depo Cipinang merupakan depo kereta api terbesar di Indonesia yang memiliki 28 jalur kereta, mampu merawat 144 lokomotif dan 120 gerbong kereta per hari serta dibangun di atas lahan seluas sembilan hektare dengan biaya hampir Rp500 miliar. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Depo Cipinang di bangun di atas tanah seluas ± 90.000 m², setelah berkoordinasi dengan pihak PT. KAI dengan berbagai pertimbangan produktivitas disarankan beberapa perubahan terhadap jumlah track dan dimensi bangunan, serta reposisi bangunan menyesuaikan kebutuhan operasional. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Depo Cipinang terbagi menjadi 2 (dua) wilayah operasional diantaranya Wilayah Operasional Depo Lokomotif dan Wilayah Operasional Depo Kereta. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Depo Lokomotif dan Depo Kereta nantinya akan dibangun beberapa Bangunan Sipil diantaranya bangunan kantor, fasilitas operasional sinyal dan beberapa peralatan fasilitas produksi di antaranya mekanikal, elektrikal dan instalasi tangki, serta terdapat 14 jumlah sepur. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Depo Cipinang merupakan depo yang dibangun oleh Kemhub. Pembangunannya dilaksanakan pada 2016 yang terdiri dari beberapa kegiatan antara lain gedung, track, sinyal, dan peralatan depo. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan pembangunan Depo Cipinang, Jakarta Timur, mendapatkan anggaran sebesar Rp 500 miliar. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Depo Lokomotif Cipinang merupakan hasil kolaborasi dengan Stasiun Manggarai dan Cipinang, di mana sebelumnya depo terdapat di beberapa tempat, namun saat ini disatukan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)