Waspada Indonesia, Kasus Meninggal Covid-19 Tembus 30.000

News - Rahajeng Kusumo, CNBC Indonesia
02 February 2021 07:20
Unit Kristen TPU Tegal Alur, Jakarta Barat masih melayani pemakaman jenazah pasien Covid-19, Senin (1/2/2021). Sisah lahan yang tersedia untuk jenazah pasien Covid-19 di unit Kristen sudah sangat terbatas. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Administrator unit Kristen TPU Tegal Alur Haris Fadillah menjelaskan

Jakarta, CNBC IndonesiaPandemi Covid-19 masih belum mereda di Indonesia, dan semakin banyak orang yang meninggal dunia akibat virus ini. Kementerian Kesehatan mencatat kasus meninggal dunia hingga Senin (1/2/2021) bertambah 279 kasus, sehingga total kasus kematian mencapai 30.277 kasus.

Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan penambahan kasus kematian yang signifikan. Jateng mencatatkan 80 kasus kematian, pada Senin (1/2/2020). Hal ini membuat total kematian akibat Covid-19 di Jateng mencapai 5.464 orang, kedua tertinggi di Indonesia setelah Jawa Timur.


Sementara itu, ada 974 kasus baru pada hari ini sehingga total menjadi 126.329 kasus. Namun, kasus kesembuhan melonjak signifikan menjadi 82.500 orang. Provinsi ini juga mencatatkan 38.365 kasus aktif Covid-19 dan merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Secara nasional kasus baru pun terus bertambah, pada Senin (1/2/2021) tercatat bertambah 10.994 kasus. Dengan demikian, hingga hari ini pukul 12.00 siang, total kasus Covid-19 di mencapai 1.089.308 kasus.

Kasus baru tersebut ditemukan dari 31.893 orang yang selesai menjalani tes Covid-19 pada hari ini. Hal ini mencerminkan dari 3 tes yang dilakukan ditemukan 1 kasus baru.

Dalam data yang sama pasien sembuh per hari ini bertambah sebanyak 10.461 orang. Dengan demikian total pasien sembuh telah mencapai 883.682 orang. Sementara kasus aktif mencapai 175.349 kasus, dan suspek 76.343 kasus.

Tingginya angka kematian akibat Covid-19 perlu diwaspadai, meski kebanyakan memiliki gejala ringan namun virus ini dapat memberikan dampak serius bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pada akhir tahun memaparkan seseorang yang memiliki satu komorbid berpotensi 6,5 kali lipat lebih tinggi mengalami kematian apabila terkena positif Covid-19. Perbandingan dilakukan pada pasien positif yang tidak memiliki komorbid.

"Yang punya 2 penyakit komorbid miliki risiko kematian 15 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak komorbid. Punya 3 penyakit komorbid 29 kali berisiko lebih tinggi meninggal," ujarnya.

Wiku menjelaskan kesimpulan tersebut didapat dari sejumlah data yang dikumpulkan dalam 5 bulan terakhir, terutama terkait usia pasien dan komorbid pasien Covid-19.

"Mereka yang usia 31-45 tahun berisiko 2,4 kali lipat mengalami kematian dan 46-59 tahun 8 kali lipat dibandingkan usia 19-30 tahun. Risiko ini akan meningkat pada usia lanjut di atas 60 tahun yakni sebesar 19,5 kali lipat," ujar Wiku.

Sementara itu, dari jenis penyakit, penyakit ginjal paling tinggi menyebabkan kematian dibandingkan yang pasien Covid-19 yang tak memiliki penyakit ginjal. Risiko kematiannya mencapai 13,7 kali lipat.

"Penyakit jantung 9 lipat lebih berisiko. Diabetes 8,3 kali lipat berisiko, hipertensi 6 kali lebih besar berisiko, dan penyakit imun 6 kali lebih besar," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading