Jokowi Kesal, Akui PPKM Tidak Efektif Tekan Covid-19

News - Lidya Julita S., CNBC Indonesia
31 January 2021 18:15
Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor. (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Rusman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan sejak pertengahan bulan lalu tidak efektif menekan angka kasus Covid-19 di Tanah Air. Sebab, mobilitas dan penyebaran Covid-19 masih tetap tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Presiden dalam rapat terbatas tentang Pendisiplinan Melawan Covid-19 di Istana Bogor, Jumat (29/01/2021) yang dirilis dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (31/01/2021).


"Berkaitan dengan PPKM 11 Januari-25 Januari, kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif. Mobilitas juga masih tinggi, kita memiliki indeks mobility-nya ada, sehingga di beberapa Provinsi Covid nya tetap naik," tutur Jokowi dengan nada tinggi.

Menurutnya, kebijakan ini tidak efektif karena implementasi di lapangan tidak tegas, sehingga esensi dari pembatasan kegiatan masyarakat ini tidak terlihat dan tidak menurunkan mobilitas di lapangan.

"Tetapi yang saya lihat di implementasinya kita tidak tegas dan tidak konsisten. Ini hanya masalah implementasi sehingga saya minta betul-betul turun ke lapangan," ujarnya.

Oleh karenanya, ia meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga bisa mengajak lebih banyak pakar dalam menentukan kebijakan pengendalian Covid-19 ini. Dengan demikian, kebijakan bisa betul-betul komprehensif.

Selain itu, dalam pelaksanaannya harus turun ke lapangan dan terus mengimbau masyarakat agar patuh 3M. Dan juga menjelaskan masyarakat pentingnya 3M tersebut.

"Ini memang harus kerja sesimpel mungkin, sesederhana mungkin tapi betul-betul ada di lapangan, di provinsi-provinsi yang sudah kita sepakati," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading