'Masyarakat Kelas Menengah-Menengah Atas Masih Tahan Belanja'

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 January 2021 15:32
Pengunjung memlih pakaian yang dijual di salah satu pusat perbelanjaam di Kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (5/1/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) memberi sinyal bahwa daya beli masyarakat mulai membaik karena salah satu indikatornya yakni inflasi komponen inti tumbuh positif mencapai 0,05 persen pada Desember 2020. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan ada sejumlah faktor kunci akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional 2021. Tiga faktor itu adalah konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

Demikian disampaikan Airlangga dalam webinar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia "Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan, dan Strategi Kebijakan" yang ditayangkan di kanal Youtube Universitas Indonesia, Rabu (27/1/2021).

"Jadi di 2020 baik konsumsi, investasi itu mengalami penurunan. Namun pemerintah kali ini juga terus mendorong dan di tahun 2020 terjadi perbaikan di neraca perdagangan sebesar US$ 21,7 miliar," ujarnya.



"Pemerintah melihat harga komoditas misalnya CPO ini yang tertinggi dalam 9 tahun terakhir. Demikian pula batu bara sudah tembus ke US$ 80 dolar, bahkan diperkirkan harganya bisa meningat lagi, demikian pula harga karet," lanjut Airlangga.

Kendati demikian, Ketua Umum Partai Golongan Karya itu bilang ada tantangan pada masyarakat kelas menengah. Airlangga bilang ada tantangan dari sisi kepercayaan diri.

"Confidenti dari pada masyarakat baik kelas menengah dan menengah atas yang 20% + 40%, yang 60% ini yang mewakili daripada 81% penduduk ini yang perlu didorong. Karena dari data mereka yang menyimpan dana lebih dari Rp 100 juta ini masih menahan spending sehingga tentu ini yang perlu didorong oleh pemerinta," kata Airlangga.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading