Tak Diduga, Ternyata Ini Alasan RI Mau Pakai Vaksin Sinovac

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 January 2021 20:30
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 Sinovac ke tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, Jumat (15/1/2021). Vaksinasi kepada para tenaga kesehatan tersebut sebagai upaya penanggulangan pandami Covid-19. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang sejak awal aktif berkeliling beberapa negara mencari vaksin untuk bisa digunakan di Indonesia. Ia mengatakan bahwa pencarian vaksin ini dilakukan pemerintah hampir ke seluruh negara penghasil vaksin.

Saat itu pihak yang paling cepat memberikan respons datang dari Sinovac, China dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Nah kenapa dua negara tujuan saat itu UEA dan China, karena memang sejak awal ketika kita mengontak pembuat vaksin dari Eropa dan Amerika, responsnya sangat rendah. Itu ada bukti black and white yang kita bisa paparkan," terang Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (20/1/2021).


PT Bio Farma (Persero) menyebutkan vaksin CoronaVac dari Sinovac menjadi vaksin terbanyak yang akan digunakan di dalam negeri dan telah ditetapkan penggunaannya berdasarkan Perpres Nomor 99/2020. Namun adalah alasan lebih jauh lagi kenapa penggunaan vaksin ini paling cepat di Indonesia.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan selain karena Sinovac merupakan perusahaan yang memberikan respons paling cepat saat Indonesia menghubungi. Dalam diskusi yang dilakukan dengan produsen vaksin China tersebut, Sinovac juga berkomitmen untuk melakukan transfer teknologi kepada perusahaan dalam negeri.

"Memang mereka merespons lebih cepat terhadap kita, satu itu. Kedua, ada benefit buat kita karena mereka mau melakukan transfer teknologi," kata Honesti di kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan, transfer teknologi ini penting dilakukan untuk memastikan perusahaan dalam negeri mampu untuk melakukan produksi sendiri di dalam negeri sehingga tidak perlu lagi bergantung dengan pemenuhan impor. Sebab, sampai saat ini belum jelas sampai berapa efektivitas vaksin Covid-19 ini bisa bertahan.

"Karena memang kan sekarang pengembangan vaksin covid ini adalah untuk menghentikan pandemi, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan berapa lama vaksin ini bertahan ataupun memberikan imunitas kepada tubuh manusia. Jadi memang dasar pemilihan kita seperti itu," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading