Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Sarinah untuk melihat langsung progres pemugaran Gedung Sarinah dalam rangka transformasi bisnis Sarinah. Salah satu yang jadi sorotan Erick adalah relief bersejarah peninggalan era Presiden Soekarno berusia lebih dari setengah abad di lantai basement. (Dok Kementerian BUMN).
Relief ini melambangkan kegiatan ekonomi rakyat jelata yang pada saat itu bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikan dan kerajinan. Presiden Soekarno, selaku proklamator dan presiden pertama Indonesia, juga seorang seniman dan yang mencetuskan pembuatan karya seni ini. (Dok Kementerian BUMN).
Asikin, salah seorang tokoh dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) mengatakan karya seni ini ukurannya sangat epik serta gigantik. Bahkan pada saat dibuat sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern. Demikian pula saat Sarinah dibangun sebagai perwujudan modernisasi yang pada masanya adalah mercu suar kebangkitan ekonomi bangsa yang unggul yang berpihak pada ekonomi rakyat yang istilah saat ini adalah UMKM. (Dok Kementerian BUMN).
Relief ini juga terus mengingatkan amanah Sarinah untuk membesarkan mereka. Sejarah Sarimah yang pada tahun 1980'an yang pernah terbakar dan pelebaran koridor pengunjung relief ini dipindahkan dan disimpan di lantai dasar. Berkenaan dengan transfornamasi dan renovasi Gedung Sarinah maka relief ini akan direstorasi dan dipamerkan saat pemugaran usai dan Sarinah beroperasi kembali. (Dok Kementerian BUMN).
Relief ini menurut catatan beberapa ahli sejarah, dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah. Menurut catatan pencipta tahu pembuatan relief ini adalah kelompok pematung, pelukis dari Yogyakarta. (Dok Kementerian BUMN).