Catat! Warga Sudah Divaksin Corona Bebas PCR Saat Bepergian

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
14 January 2021 20:47
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat Konfrensi Pers Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 2, Bandara Soekarno Hatta, 31 Desember 2020.  (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat Konfrensi Pers Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 2, Bandara Soekarno Hatta, 31 Desember 2020. (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan memberikan sertifikat digital bagi masyarakat yang sudah divaksinasi sebagai bentuk insentif. Nantinya bagi mereka yang sudah divaksin dapat digunakan untuk mereka yang hendak melakukan perjalanan, ataupun yang ingin mengikuti kegiatan berkumpul.

"Kalau bisa vaksin jangan dipakai sebagai sebagai takut-takutin dari sisi pidananya tetapi diberikan iming-iming benefitnya. Misalnya kalau yang sudah vaksin kita akan berikan sertifikat, tapi bukan sertifikat fisik melainkan digital sehingga kalau mau terbang atau mau pesan tiket tidak usah menunjukkan pcr test atau antigen," kata Budi di Komisi IX DPR RI, Kamis (14/01/2021).

Dengan menggunakan electronic health certification juga dapat masyarakat dapat lolos dari sistem yang sudah di integrasi dengan lembaga lainnya dan dapat digunakan sebagai standar protokol. Dia pun berencana mendiskusikan hal ini dengan Kementerian perhubungan.


"Ini bisa dipakai untuk protokol industri lain, misalnya mau nonton konser,ke pasar, ke mall, pengajian bersama asalkan ada health certification ini," kata dia.

"Nanti kami akan cari aplikasi yang bisa dibuat anak muda indonesia agar bisa menjadi mekanisme screening yang baik," lanjut Budi.

Dengan adanya sertifikat ini maka pemerintah tidak akan lagi menggunakan narasi sanksi dalam mengampanyekan vaksinasi. Namun dia juga menegaskan, meski sudah divaksin warga tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M).

Dia juga mengungkapkan masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang menolak vaksinasi Covid-19 karena berbagai hal. Bahkan menurutnya di kalangan tenaga kesehatan yang menjadi sasaran awal vaksin pun masih ada penolakan, dan belum 100% mendukung program vaksinasi ini.

"Padahal kita membutuhkan sekali vaksinasi ini agar didukung oleh semua kalangan. Komunikasi supaya dilakukan lebih baik, agar jangan dipersepsikan agar vaksin ini sebagai hal yang ada ancamannya dari sisi pemerintah. Seharusnya strateginya merangkul dan meyakinkan rakyat," kata Budi.

Dia pun mengaku telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk menyampaikan komunikasi publik yang sifatnya merangkul, agar dapat memberikan dampak yang baik untuk masyarakat mau mengikuti program vaksinasi.

Selain vaksinasi, komponen lain yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 menurutnya adalah perubahan perilaku dan peningkatan test, tracing, dan treatment (3T) dari sisi pemerintah. Apalagi belakangan ini angka kasus Covid-19 naik begitu tinggi karena adanya libur akhir tahun yang sudah diantisipasi oleh pemerintah.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading