Sejumlah orang berlari meninggalkan helikopter di kapal logistik Makran saat latihan rudal jarak pendek di Teluk Oman, Rabu (13/1/2021). Militer Iran menggelar uji coba rudal jarak pendek milik Angkatan Laut negara itu di perairan Teluk Oman. (Iranian Army via AP)
Uji coba digelar di tengah ketegangan tinggi antara Iran dengan musuh bebuyutannya, Amerika Serikat (AS). (Iranian Army via AP)
Dua kapal perang baru buatan Iran dilaporkan ikut serta dalam uji coba rudal itu. Salah satunya merupakan kapal perang bernama Zereh yang memiliki kemampuan meluncurkan rudal. (Iranian Army via AP)
Satu kapal perang lainnya bernama Makran, yang digambarkan oleh media nasional Iran sebagai kapal perang terbesar Iran yang dilengkapi dengan helipad. Makran merupakan kapal logistik untuk perang. (Iranian Army via AP)
Iran diketahui memiliki salah satu program rudal terbesar di kawasan Timur Tengah. Negara ini menyatakan senjata semacam itu penting untuk pencegahan dan pembalasan terhadap AS dan musuh-musuh lainnya jika terjadi perang. (Iranian Army via AP)
Negara-negara Barat memandang rudal-rudal Iran sebagai ancaman militer konvensional untuk stabilitas kawasan, juga sebagai potensi mekanisme pengiriman senjata nuklir jika Iran mampu mengembangkannya. (Iranian Army via AP)
Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir 2015. Amerika Serikat mengembalikan sanksi keras untuk menekan Iran agar merundingkan pembatasan yang lebih ketat pada program nuklirnya, pengembangan rudal balistik, dan dukungan untuk pasukan proksi regional. (Iranian Army via AP)