Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP,
CNBC Indonesia
13 January 2021 21:00
Pengerahan pasukan ini dilakukan di tengah kekhawatiran serangan para pendukung Presiden Donald Trump.
Pasukan keamanan berjaga dipintu masuk utara Gedung Capitol pada hari pertama Legislatif ke-87 di Austin, Texas, Selasa (12/1/2021). Pengerahan pasukan ini dilakukan di tengah kekhawatiran serangan para pendukung Presiden Donald Trump. (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)
Pada saat Acara pelantikan presiden AS terpilih Joe Biden akan lebih diperketat. Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyetujui 15.000 personel pasukan Garda Nasional untuk dikerahkan saat pelantikan pada 20 Januari mendatang. (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)
Saat ini sudah ada 6.200 pasukan yang ditempatkan di Washington, dan total 10.000 personel direncanakan pada akhir pekan mendatang. Hal ini disampaikan oleh Jenderal Daniel Hokanson, kepala Biro Pengawal Nasional Departemen Pertahanan. (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)
Nantinya 5.000 personel lainnya dapat dikerahkan pada hari pelantikan. (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)
Mereka akan dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara dan senjata. Tetapi sejauh ini mereka belum diizinkan mempersenjatai diri saat berada di jalan-jalan ibu kota AS (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)
Pentagon sebelumnya telah dikritik karena responsnya yang lambat saat menghadapi penyerbuan massa ke gedung Capitol AS pada hari Rabu (12/1) lalu. Capitol ketika itu dikepung oleh ribuan pendukung Trump yang menyerang pasukan keamanan Kongres yang tidak siap. (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)
Laporan soal aksi kekerasan yang direncanakan lebih lanjut terus beredar menjelang Hari Pelantikan Biden. Keadaan darurat yang diumumkan Trump pada hari Senin (11/1) waktu setempat ini, memungkinkan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Badan Manajemen Darurat Federal untuk membantu kota Washington, D.C. dalam setiap tanggap darurat. (Ricardo B. Brazziell/Austin American-Statesman via AP)