Tak Terhalang Corona, BBM Satu Harga Telah Hadir di 253 Titik

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
07 January 2021 14:52
BBM

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengungkapkan telah menuntaskan penerapan program penyeragaman harga bahan bakar minyak (BBM) atau dikenal dengan BBM Satu Harga di 253 lokasi hingga akhir 2020.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, capaian tersebut telah mencapai separuh dari target yang ditetapkan pemerintah yakni mencapai 500 lokasi hingga 2024 mendatang.

"Realisasi BBM Satu Harga, kami telah menurunkan harga di 253 lokasi sampai dengan 2020," ungkapnya saat konferensi pers tentang Capaian Kinerja Kementerian ESDM 2020 dan Rencana Kerja 2021, Kamis (07/01/2020).


Dia mengatakan, meski pandemi, pada 2020 terdapat penambahan sebanyak 83 lokasi untuk program BBM Satu Harga ini. Capaian ini lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya, yakni pada 2019 sebanyak 39 lokasi, 2018 74 lokasi, dan 2017 57 lokasi.

Dengan demikian, harga BBM jenis Premium di 253 lokasi sama seperti di Jawa yakni Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter. Harga ini turun sangat jauh bila dibandingkan dengan harga sebelumnya yakni mencapai Rp 100.000 per liter di Papua, Rp 40.000 per liter di Nunukan, Kalimantan Utara, dan Rp 30.000 per liter di Papua Barat.

"Target 2021, bisa bertambah lagi di 76 lokasi, sehingga sampai 2024 bisa mencapai 500 lokasi," ujarnya.

Adapun rincian 253 lokasi BBM Satu Harga tersebut antara lain:

1. 46 lokasi di Sumatera, harga sebelumnya berada di kisaran Rp 8.000-Rp 9.000 per liter.
2. 3 lokasi di Jawa dan Madura, harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 10.000 per liter.
3. 2 lokasi di Bali, harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 10.000 per liter
4. 52 Lokasi di Kalimantan, harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 40.000 per liter.
5. 22 lokasi di Sulawesi, harga sebelumnya Rp 8.500-Rp 25.000 per liter.
6. 38 lokasi di NTB dan NTT, harga sebelumnya Rp 8.000-Rp 9.000 per liter.
7. 90 lokasi di Maluku dan Papua, harga sebelumnya Rp 12.000-Rp 100.000 per liter.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading