Wih, 60% Peserta Rapid Test di Soetta Bukan Penumpang Pesawat

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
25 December 2020 15:15
Antrean calon penumpang pesawat yang melakukan test rapid  di Shelter Kalayang Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (21/12/2020). Antren panjang ini terjadi karena banyak penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen yang disediakan pihak bandara. Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta sempat ramai tadi pagi. Antrean mengular karena antrean rapid test penumpang. Pantauan CNBC pukul 11.30 terlihat antrian namun sudah kondusif. Sejumlah calon penumpang yang menunggu di luar area ruang test bisa duduk. Jelang liburan Natal dan akhir tahun, pemerintah menerapkan syarat minimal berupa hasil tes rapid antigen bagi traveler yang mau bepergian naik kereta api, pesawat terbang hingga kendaraan pribadi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng sejak Senin kemarin, 21 Desember 2020 dipenuhi masyarakat yang melakukan rapid test antigen. Rupanya, mayoritas peserta yang melakukan tes tersebut justru bukan lah penumpang pesawat.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyatakan, berdasarkan keterangan PT Angkasa Pura yang diperolehnya, sebesar 60% penumpang justru dari angkutan lain seperti angkutan kereta api dan kapal laut.

"Menurut keterangan manajemen AP II begitu. Di hari pertama dan kedua (membludak). 60% bukan dari calon penumpang pesawat," katanya saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Jumat (25/12/2020).


Menurut Tulus, masyarakat berbondong-bondong melaksanakan rapid test antigen di bandara karena penumpang moda transportasi lain harus menyertakan tes tersebut. Pasalnya, pada Senin, fasilitas rapid test antigen di pelabuhan dan stasiun belum tersedia. Oleh sebab itu, masyarakat memilih melakukan tes di bandara karena harganya lebih murah, yakni hanya sebesar Rp 200 ribu.

"Rapid test antigen di Bandara Soetta juga lebih murah, hanya Rp 200 ribu, di rumah sakit lebih mahal," bebernya.

PT Angkasa Pura II mencatat, jumlah peserta tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta di momen libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) memang mengalami peningkatan, yakni mencapai lebih dari 9.000 peserta. Rinciannya, pada 22 Desember 2020 ada sebanyak 3.800 peserta dan pada 23 Desember 2020 tercatat sebanyak 5.100 peserta.

Sebelumnya, antrean yang mengular ini sempat dikeluhkan oleh warganet. Pasalnya, selain kekhawatiran bakal menjadi klaster baru akibat penumpukan penumpang, juga sebal karena terganggu aktivitasnya, misalnya administrasi berbelit-belit hingga keterlambatan.

Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soetta membenarkan terjadinya kerumunan karena peningkatan layanan tes tersebut.

"Permintaan terhadap layanan Airport Health Center cukup tinggi di Bandara Soekarno-Hatta dalam beberapa hari terakhir, termasuk pagi tadi di Airport Health Center Terminal 2 yang ramai sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, kata Vice President of Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano dalam keterangan resmi, Senin (21/12/2020).

Ia mengklaim kerumunan tidak berlangsung lama. Setelah waktu tersebut, kegiatan sudah mulai kembali normal. Itu pun hanya terjadi di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

"Mulai pukul 09.00 WIB antrean sudah dalam kondisi normal. Sementara, untuk Airport Health Center Terminal 3 sejak pagi tadi kondisi tetap normal," sebutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading