Nyalakan Tanda Bahaya! Mutasi Corona Sudah Masuk Australia

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
24 December 2020 10:10
Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian baru kedua dan berpotensi lebih menular dari virus corona sejauh ini telah diidentifikasi di Denmark, Belanda, Irlandia Utara, dan Australia.

Namun, Inggris juga sudah menemukan mutasi Covid-19 ini di Afrika Selatan. "Berkat kemampuan genom yang mengesankan dari Afrika Selatan, kami telah mendeteksi dua kasus varian baru virus corona di sini di Inggris," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock kepada wartawan, Rabu (22/12).

"Varian baru ini sangat memprihatinkan, karena masih lebih dapat ditularkan, dan tampaknya telah bermutasi lebih jauh daripada varian baru yang ditemukan di Inggris," tambahnya.


Setelah diidentifikasi, negara-negara di seluruh dunia pun mulai menutup perbatasannya dengan Afrika Selatan.

Diberitakan CNBC, sampai saat ini masih belum banyak yang diketahui mengenai varian virus tersebut. Namun para ahli yakin strain telah bermutasi pada awal September.

Penemuan itu memicu penutupan perbatasan di negara-negara tetangga Eropa seperti Irlandia, Jerman, Belgia dan Prancis serta negara-negara di luar benua itu.

Inggris juga memberlakukan langkah-langkah ketat untuk mengekang penyebaran strain virus yang bermutasi yang diyakini hingga 70% lebih mudah menular.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian baru sejauh ini telah diidentifikasi di Denmark, Belanda, Irlandia Utara, dan Australia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan bahwa jenis virus corona baru yang pertama kali terdeteksi di Inggris dapat beredar di AS tanpa pemberitahuan.

Kendati demikian, varian baru dari Afrika Selatan dan Inggris ini belum diidentifikasi di Amerika Serikat.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading