Erick Blak-blakan Soal Holding BUMN Pariwisata

News - Lidya Julita S, CNBC Indonesia
27 November 2020 15:03
Infografis: Berikut Daftar Harga Vaksin Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali buka-bukaan mengenai rencana pembentukan holding pariwisata. Rencana tersebut bahkan mendapat respons positif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, rencana pembentukan holding tersebut sudah dibahas dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan. Baiknya, rencana tersebut disetujui oleh Jokowi.

"Kami sendiri melakukan pembentukan holding yang sudah dirataskan bersama Bapak Presiden serta para menteri juga hadir dan alhamdulillah sudah disetujui," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Jumat (27/11/2020).

Erick menilai pembentukan holding ini bertujuan untuk memperbaiki iklim pariwisata Indonesia. Terutama saat ini yang tengah tertekan akibat pandemi Covid-19.

"Tentu pembentukan holding ini tidak lain untuk perbaikan iklim industri aviasi dan pariwisata. Sehingga bisa memberikan dampak optimal untuk ekonomi Indonesia," jelasnya.

Selain itu, pembentukan holding juga untuk memaksimalkan kinerja BUMN di bidang pariwisata yang saat ini terpecah. Dengan demikian jumlah BUMN bisa berkurang namun kinerjanya semakin baik.

"Kemudian dari 27 klaster BUMN sekarang tinggal 12 klaster. Semua klaster itu berdasarkan value chain, jadi tidak hanya berdasarkan bisnisnya saja," kata dia.

Sebagai informasi, akan ada 7 BUMN yang rencananya akan digabungkan menjadi holding ini yakni Angkasa Pura (AP) I, AP II, Garuda Indonesia, ITDC, TWC, Hotel Indonesia Natour dan Sarinah.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading