Fakta-Fakta Tol Trans Sumatera yang Rawan Aksi Begal di Tol

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
26 November 2020 13:32
Tol Trans Sumatera (dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi beberapa ruas Tol Trans Sumatera yang masih sepi memang rawan memicu kejahatan bagi pengguna jalan seperti yang diakui Direktur Utama PT Hutama Karya Budi Harto. Namun, di sisi lain keberadaan tol ini perlahan mengangkat ekonomi kawasan Sumatera.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan dari sekian panjang Tol Trans Sumatera dari Utara dan Selatan, hanya ada ruas yang dianggap rawan yaitu tol bagian selatan di wilayah Mesuji dan Kayu Agung. Beberapa kejadian tindak kejahatan pembegalan kendaraan pernah terjadi di sana. Namun, sebaliknya di ruas lain atau sisi utara tak ada persoalan.

"Ini memang masalah sosial di sana, sebagai pembanding tol di Kalimantan juga sepi, tapi malah aman," kata Djoko kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/11).


Djoko mengatakan selain masalah sosial dan keamanan, keberadaan Tol Trans Sumatera punya sisi positif bagi ekonomi. Pastinya mobilitas orang lebih mudah dan kecepatan waktu tempuh semakin cepat.

Ia mengatakan waktu tempuh Jakarta-Palembang kini bisa diraih 8-10 jam, berbeda jauh dari sebelum adanya Tol Trans Sumatera yang harus ditempuh lebih dari 15 jam.

"Sekarang efek positifnya, Palembang dan Lampung mobilitas tinggi. Di Palembang kan nggak ada pantai, warga Palembang sering ke Lampung untuk ke pantai. Sebaliknya, warga Lampung sedikit mal, mereka ke Palembang yang lebih banyak mal-nya, cuma 3-4 jam, dulu sampai 10 jam," katanya.

Djoko mengatakan kini ekonomi perlahan menggeliat karena keberadaan Tol Trans Sumatera, antara lain muncul bisnis penyewaan mobil, bus AKAB berkembang, travel, dan wisata makin hidup.

Di Tangan Jokowi 648 Km Trans Sumatera Sudah Dibangun
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading