Ada Pandemi, RI Buka Investasi Sektor Kesehatan

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 November 2020 20:35
Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar (Dokumentasi Kementerian Luar Negeri RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia bakal buka investasi di sektor kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar dalam konferensi pers virtual mengenai forum World Economic Forum (WEF) Special Virtual on Indonesia: Indonesia's Priority on Health and Economic Recovery.

Forum yang akan digelar pada Rabu (25/11/2020) mendatang ini merupakan bagian dari rangkaian Country Strategy Dialogue dari WEF yang mempertemukan pemerintah suatu negara dengan para pelaku bisnis global dan pemangku kepentingan lainnya dalam suatu sesi dialog strategis.

Secara akan membicarakan langkah dan progres serta proses dari upaya menghadapi pandemi, dan langkah kebijakan ekonomi atau percepatan pemulihan ekonomi, Pemerintah Indonesia secara khusus akan membenarkan industri kesehatan.


"Secara khusus pemerintah ingin memperbaiki secara menyeluruh iklim investasi dan kondisi yang ada dalam sektor kesehatan. Ini alasan yang jelas mengapa pemerintah ingin membenarkan investasi di sektor kesehatan. Mulai dari industri farmasi, jasa kesehatan, sampai alat-alat kesehatan," kata Mahendra pada Senin (23/11/2020).

Keputusan untuk membenarkan investasi di industri kesehatan didorong atas pengalaman selama masa pandemi. Menurut Mahendra, sektor kesehatan di Indonesia bisa diperbaiki dengan belajar dari pengalaman dan bantuan dari berbagai pihak dari dalam dan luar negeri.

"(Sejauh ini) Indonesia sudah dapat menyediakan alat-alat kesehatan, obat-obatan dan akses vaksin, maupun juga langkah untuk memproduksi vaksin sendiri," katanya.

"Jadi terlihat betul bahwa kerja sama yang baik dan saling menguntungkan, kita bisa membangun kondisi kesehatan dengan lebih baik. Termasuk keinginan untuk memperkuat bagian upstream maupun produsen bahan baku obat yang relatif saat ini tidak memadai dibandingkan dengan kebutuhan Indonesia sendiri," katanya.

Nantinya terdapat 43 perusahaan global yang akan terlibat pada forum virtual yang digelar secara tertutup tersebut. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak pada sektor finansial, infrastruktur, industri strategis, farmasi, jasa kesehatan, TIK dan digital, manufaktur, downstream minerals production, dan green and renewable energy.

Selain Indonesia, WEF juga mengadakan Country Strategy Dialogue dengan tema The Great Reset secara khusus di Jepang, RRC (Republik Rakyat China), dan Pakistan.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading