Parco Archeologico di Pompei via AP,
CNBC Indonesia
23 November 2020 14:42
Dua jasad korban letusan Gunung Vesuvius yang berusia hampir 2.000 tahun ditemukan di Kota Pompeii, Italia.
Dua jasad korban letusan Gunung Vesuvius yang berusia hampir 2.000 tahun ditemukan di Kota Pompeii, Italia. Para peneliti meyakini bahwa sosok itu adalah seorang budak dan majikannya. Hal tersebut diketahui berdasarkan sisa-sisa pakaian dan penampilan fisik mereka. (Parco Archeologico di Pompei via AP)
Kedua jasad itu ditemukan di reruntuhan vila mewah di era Romawi Kuno. Lokasi itu dekat dengan kandang kuda. Pada 2017 lalu di sana ditemukan tiga kerangka kuda yang masih terikat. (Parco Archeologico di Pompei via AP)
Pejabat Pompeii mengatakan budak dan majikan itu diduga lolos dari abu awal dari letusan Gunung Vesuvius namun kemudian menyerah pada ledakan vulkanik kuat yang terjadi keesokan paginya. "Ledakan berikutnya "tampaknya menyerbu daerah itu dari banyak titik, mengelilingi dan mengubur para korban dalam abu," kata pejabat Pompeii dalam sebuah pernyataan. (Parco Archeologico di Pompei via AP)
Dilihat dari tulang tengkorak dan gigi, salah satu pria masih muda, kemungkinan berusia 18 sampai 25 tahun, dengan tulang belakang dengan cakram terkompresi. Penemuan itu membuat para arkeolog berhipotesis bahwa dia adalah seorang pemuda yang melakukan kerja kasar, seperti seorang budak. (Parco Archeologico di Pompei via AP)
Kedua kerangka tersebut ditemukan di ruang samping di sepanjang koridor bawah tanah vila, atau lorong, yang pada zaman Romawi Kuno dikenal sebagai cryptoporticus. (Parco Archeologico di Pompei via AP)
Kota Pompeii hancur akibat dihantam letusan Gunung Vesuvius pada 79 Masehi. Kini tempat itu menjadi salah satu objek wisata andalan Italia setelah Colosseum Roma. Sedikitnya hampir 4 juta wisatawan mengunjungi kota itu pada tahun lalu. (Parco Archeologico di Pompei via AP)