Duh! Positif Covid-19 di Klaster Acara Habib Rizieq Meledak

News - dob, CNBC Indonesia
22 November 2020 23:15
Pernikahan Putri Habib Rizieq (Ari Saputra/Detikcom) Foto: Pernikahan Putri Habib Rizieq (Ari Saputra/Detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian kesehatan (Kemenkes) memberikan update mengenai kasus positif Covid-19 yang ditemukan hasil kontak tracing dari sejumlah acara Habib Rizieq Shihab.

Hasil sementara ada 50 orang yang positif Covid-19 setelah mengikuti acara Habib Rizieq di Tebet, Jakarta Selatan. Kelompok penularan ini disebut sebagai klaster Tebet. Berikutnya, ada 30 positif setelah mengikuti acara di Petamburan atau disebut klaster Petamburan.

Kemenkes juga masih menunggu hasil dari 15 sampel yang mengikuti acara di Mega Mendung, Puncak, Bogor.


"Ditemukan di Tebet total 50 kasus positif dan di Petamburan sebanyak 30 kasus dan di Mega Mendung terdapat 15 sedang menunggu hasil pemeriksaan," ujar Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Muhammad Budi Hidayat, M. Kes dalam konferensi pers: Update Pemeriksaan, Pelacakan dan Perawatan COVID-19 olej Kemenkes di Jakarta, Minggu (22/11).

Budi juga menganjurkan bagi siapa saja yang merasa memiliki gejala seperti batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan serta kehilangan indera perasa agar segera menghubungi Puskesmas terdekat.

Dalam hal ini, Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina khusus bagi pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

"Apabila bergejala segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet," kata Budi.

"Gejala seperti gejala batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan serta hilang indera perasa, segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk dilakukan tes usap atau Tes PCR," imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menekankan kepada seluruh tokoh umat maupun siapapun yang memiliki peran penting dalam suatu komunitas tertentu agar lebih bijak serta memberikan keteladanan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan.

Budi meminta agar selama masa pandemi tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan orang. Sebab, berkerumun dapat memicu terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 yang dapat berakibat fatal.

"Agar memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 agar pandemi segera dapat diatasi," tegas Budi.

Kemenkes terus berupaya melakukan upaya untuk melacak dan menelusuri kontak erat dari pasien yang terkonfirmasi COVID-19. Hal itu juga dilakukan untuk mempercepat penanganan COVID-19 sekaligus memutus rantai penularannya.

Saat ini, Kemenkes dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 telah menerjunkan lebih dari 5.000 petugas untuk melakukan pelacakan kontak erat dan tersebar di 10 provinsi prioritas.

Kemenkes berharap agar masyarakat dapat mendukung para petugas tersebut sehingga penularan COVID-19 dapat dicegah dan tidak semakin meluas.

"Saat ini Kemenkes dan Satgas Penanganan COVID-19 telah menurunkan lebih dari 5.000 pelacak kontak di 10 Provinsi Prioritas untuk menulusuri penularan dan kontak erat," jelas Budi.

"Kami berharap masyarakat terbuka dan mendukung relawan pelacak kontak sebagai kontribusi memotong rantai penularan COVID-19," pungkasnya.

Satgas Covid-19 menegaskan bahwa penyebaran Covid-19 hanya bisa dicegah dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat, yakni #pakaimasker, #jagajarak hindari kerumuman, dan #cucitangan yang rutin dengan sabun serta air mengalir.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading