Gelombang kedua virus corona di Prancis menjadi mimpi buruk bagi tim medis. Lonjakan kasus baru Covid-19 di Prancis terus terjadi sejak September lalu. (AP/Daniel Cole)
Selama lebih dari dua pekan terakhir 95 persen kapasitas ruang perawatan di RS La Timone di Marseille, Prancis penuh. Marseille menjadi daerah yang paling parah menghadapi gelombang kedua Covid-19 dengan semakin banyak pasien yang dirawat di ruang ICU dibandingkan gelombang pertama. (AP/Daniel Cole)
Kondisi ini membuat tim medis merasa frustrasi karena Prancis seakan tidak mempersiapkan diri dan belajar banyak setelah gelombang pertama Covid-19. (AP/Daniel Cole)
Saat lockdown pertama yang berakhir pada 11 Mei, lebih dari 26 ribu orang meninggal karena corona. Pemerintah Prancis saat itu berjanji untuk memanfaatkan momen liburan musim panas untuk menambah tempat tidur dan melatih tenaga medis tambahan, namun nyatanya hal itu tidak berjalan sesuai rencana. (AP/Daniel Cole)
Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk melatih perawat untuk pasien dalam perawatan intensif, bertahun-tahun untuk menjadi orang yang berpengalaman menangani pasien dalam kondisi kritis. (AP/Daniel Cole)
Penghitungan pemerintah menunjukkan infeksi corona kemungkinan telah mencapai titik tertinggi pada musim gugur dan secara berangsur-angsur jumlah pasien mulai turun untuk pertama kalinya pada pekan lalu sejak September. (AP/Daniel Cole)
Di awal pandemi, pemerintah dan warga kerap menganggap tim medis sebagai pahlawan. Kini mereka diingatkan untuk bekerja selama setidaknya 12 jam dalam satu shift karena memang sudah tugasnya. (AP/Daniel Cole)
Bukan hanya merawat pasien, tim medis saat ini juga saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan. Mereka juga memiliki tugas lain untuk menelepon keluarga pasien setiap hari untuk memberi tahu perkembangan pasien selama dirawat. (AP/Daniel Cole)
Setiap minggu pasien akan dites corona, termasuk kadar oksigen dan diberi obat penenang. Informasi perkembangan seperti ini yang hampir setiap harinya harus diberi tahu ke keluarga pasien. (AP/Daniel Cole)
Prancis berada di urutan keempat negara dengan kasus corona tertinggi di dunia setelah AS, India, dan Brasil. Hingga saat ini kasus Covid-19 di Prancis mencapai 2.087.183 dan 46.346 kematian. (AP/Daniel Cole)