(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto),
CNBC Indonesia
19 November 2020 16:52
Warga melintas di pertokoan Blok M mall yang tutup, Kamis (19/11/2020). Di masa pandemi saat ini, sebagian toko di Blok M Mall kini hampir semua menutup tokonya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Blok M Mall dikenang sebagai pusat perbelanjaan era 1990 sampai 2000-an yang saat ini selalu ramai oleh anak sekolahan untuk mencari celana mambo, jam tangan, sepatu, kaos band metal dan lain-lain. Namun kin keadaanya sepi bak 'kuburan' yang tak seramai dulu. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
"Sebelum Covid memang sudah sepi, tapi ini lebih parah pas mulai-mulai Covid," ujar Doni salah satu pedagang di lokasi ini. Saat ini hanya puluhan toko yang membuka dagangannya dengan pembeli yang sepi. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Doni mengungkapkan sebagian toko yang buka adalah kios milik sendiri, selebihnya pedagang yang tidak memiliki kios dan hanya menyewa memilih tutup. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Penjual retail besar seperti Ramayana, KFC dan toko besar lainnya juga memilih menutup tokonya dan tidak berjualan di lokasi ini. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
"Omset mungkin bisa turun 90% , sebelumnya bisa dapet 30 juta perbulan mungkin sekarang cuma dapet 10 juta itu juga kadang kurang," lanjut Doni saat ditemui di tokonya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Pantauan CNBC Indonesia di lantai dasar Mal Blok M juga sepi pengunjung. Lokasi ini dulunya surga para pecinta roda empat yang tak pernah sepi dengan hiruk pikuknya dunia otomotif. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Sejumlah peritel terlihat sepi pengunjung walaupun toko tersebut memberikan diskon besar. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Saat ini Blok M Mall yang diresmikan pada 3 Oktober 1992 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Wiyogo Atmodarminto tersebut masih tertolong oleh warga yang lalu lalang yang akan menaiki dan turun dari Tranjakarta. Sebab, mereka harus melewati pertokoan ini. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)