Gambar dari satelit menunjukkan Badai Iota menerjang sejumlah negara di Amerika Tengah. Iota berada dalam status badai Kategori IV dengan kecepatan putaran angin hingga 249 kilometer (km) per jam. (AP/Carlos Herrera)
Menurut keterangan Philip Kotzbach, seorang meteorolog dari Colorado State University, Iota merupakan badai tropis terkuat 2020 dalam musim badai Atlantik. Iota juga merupakan badai terkuat yang melanda Amerika Tengah di bulan November. (AP/Carlos Herrera)
Dilansir dari laman UPI News, Wakil Presiden Nikaragua Rosario Murillo mengatakan bahwa empat orang dewasa dan dua anak di bawah umur tewas akibat terkena imbas Iota. (AP/Carlos Herrera)
Sementara menurut laporan CNN International, Presiden Kolombia Ivan Duque mengonfirmasi adanya dua korban tewas terdampak Iota, dengan satu lainnya masih dinyatakan hilang. (AP/Carlos Herrera)
Hingga Selasa malam, kekuatan Iota mulai melemah dengan kecepatan putaran angin hanya 64 km/jam. Menurut laporan Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC), Iota tercatat berada sekitar 40 km dari Tegucigalpa, Honduras pada Selasa malam. (AP/Carlos Herrera)
Amerika Tengah masih berusaha bangkit dari terjangan Badai Eta saat Iota datang. Dalam konferensi pers pada Selasa pagi, Duque mengatakan bahwa negaranya sudah mempersiapkan diri atas berbagai kerusakan akibat Iota. (AP/Carlos Herrera)