Demo tersebut berujung ricuh usai para pendemo ingin menembus gedung parlemen dan hendak menemui PM Pashinyan yang diketahui sudah meninggalkan ruangan.
Para pengunjuk rasa dengan bendera nasional Armenia berjalan saat protes terhadap kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di wilayah Nagorno-Karabakh, di Yerevan, Armenia (11/11/2020). Ratusan orang membanjiri jalan-jalan Yerevan memprotes kesepakatan antara Armenia dan Azerbaijan untuk menghentikan pertempuran di Nagorno-Karabakh, (AP Photo/Dmitri Lovetsky)
Warga menyerbu lapangan utama Yerevan dan menerikkan "kami tak bakal menyerahkan tanah kami!". (AP Photo/Dmitri Lovetsky)
Demo tersebut berujung ricuh usai para pendemo ingin menembus gedung parlemen dan hendak menemui PM Pashinyan yang diketahui sudah meninggalkan ruangan. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)
Polisi tak bisa berbuat banyak untuk menangani kerusuhan di gedung parlemen, di mana sebagian isi kantor dirusak. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)
Kesepakatan gencatan tersebut itu diteken langsung oleh Perdana Menteri Azerbaijan Nikol Pashinian, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)
Peperangan besar antara Azerbaijan dan Armenia memperebutkan wilayah sengketa Nagorno-Karabakh terjadi sejak akhir September lalu.(AP Photo/Dmitri Lovetsky)
Pashinian mengatakan dia membuat keputusan itu berdasarkan analisis mendalam dari situasi pertahanan dan orang-orang yang tahu betul kondisi di Nagorno-Karabakh. Menurut dia, keputusan gencatan senjata itu adalah jalan keluar terbaik. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)
Berdasarkan kesepakatan baru tersebut, Azerbaijan akan mempertahankan wilayah Nagorno-Karabakh yang telah direbut selama konflik. Armenia juga setuju untuk menarik diri dari beberapa daerah lain yang berdekatan selama beberapa minggu ke depan. (AP Photo/Dmitri Lovetsky)