Sederet Kabar Bahagia soal Vaksin Covid-19, Simak Ya!

News - Yuni Astuti, CNBC Indonesia
11 November 2020 09:37
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin menjadi hal yang ditunggu-tunggu masyarakat dunia saat ini di tengah pandemi Covid-19. Salah satu kabar baik datang dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal AS, Pfizer Inc dan farmasi asal Jerman, BioNTech.

Menurut data awal uji klinis fase akhir, vaksin ini efektif menangkal virus Covid-19 hingga lebih dari 90% tanpa efek samping berbahaya. Data ini membawa angin segar lantaran sebelumnya efektivitas vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan hanya 75%.

Sebelumnya penasihat kesehatan Gedung Putih Anthony Fauci bilang vaksin dengan efektivitas minimal 50-60% yang bisa diterima manusia.


"Hasil pertama dari uji klinis fase tiga uji vaksin mengindikasikan kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19," ujar CEO Pfizer Albert Bourla seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (11/11/2020).

Berikutnya, kabar baik juga datang dari Vaksin Covid-19 bikinan CureVac NV sukses menciptakan antibodi dan respons kekebalan tubuh pada manusia dalam uji klinis tahap awal.

"Kami sangat termotivasi oleh data sementara Fase 1," kata Franz-Werner Haas, Chief Executive CureVac.

"Setelah pembacaan data lebih lanjut dan diskusi dengan otoritas regulasi, kami tetap berkomitmen penuh dan berada di jalur yang tepat untuk memulai uji klinis Fase 2b / 3 yang penting sebelum akhir tahun 2020," imbuhnya.

Menanggapi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara terkait vaksin tersebut, salah satunya Pfizer. Dia mengaku ada beberapa vaksin yang masuk dalam daftar, namun masih dalam tahap pembahasan.

"Tapi kita belum memasukkan Pfizer sebagai salah satu. Ini disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya karena masih banyak yang dibahas terkait dengan vaksin," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading