Di lapangan resesi memang nyata, dapat dilihat dari aktivitas perdagangan di sejumlah ritel yang sepi, pedagang banyak mengeluh dan banyak yang tutup.
Suasana pertokoan di pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta yang sepi akibat pandemi Covid-19, Jumat (6/11/2020). Sejak Pandemi seluruh aktivitas penggerak ekonomi, termasuk daya konsumsi masyarakat, menurun tajam. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Terlihat pantauan CNBC Indonesia sejumlah toko di Blok B banyak yang tutup. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Suasana pusat perbelanjaan di ITC Mangga Dua yang sangat sepi pembeli, puluhan toko ditutup karena minimnya jual beli masyarakat ditengah pandemi, Jumat (6/11/2020). CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Suasana pusat perbelanjaan di ITC Mangga Dua yang sangat sepi pembeli, puluhan toko ditutup karena minimnya jual beli masyarakat karena beralih online dan ditimpa pandemi. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Meski sudah diterapkan PSBB Transisi dan dibukanya kembali kegiatan jua-beli di Pasar, masih saja terlihat kondisi kosong di sekat ruang ITC Mangga Dua. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Salah satu pemilik toko mengatakan untuk menyewa toko dalam setahun sebesar Rp 50 juta harga itu di luar tarif listrik dan kebersihan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Tim CNBC Indonesia mengunjungi LTC Glodok, Pandemi Covid-19 membuat puluhan kios tutup, para peritel memilih tutup toko dan beralih ke penjualan Online, Jumat (6/11/2020). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal III-2020 tumbuh 5,05% secara kuartalan (qoq) tetapi masih minus 3,49% secara tahunan (yoy). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Kontraksi PDB dua kuartal berturut-turut secara tahunan membuat Indonesia resmi menyandang status resesi untuk kali pertama sejak 1999 atau 21 tahun silam. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)