Peneliti dari lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Widyatmoko memproses peleburan metal jarum suntik dengan metode self-heating dan merusak tabung jarum agar tidak bisa digunakan lagi di Lab Fisika, Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (3/11/2020). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Alat ini mampu melebur bahan stainless steel (baja) dengan titik leleh jarum 1.200 derajat celcius menjadi bubuk. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Alat Penghancur Jarum Suntik (APJS) mampu menghancurkan jarum suntik menjadi bubuk dalam waktu 10 detik untuk setiap jarum suntik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Selama ini mungkin banyak tenaga kesehatan yang langsung mencampakkan jarum suntik bekas kedalam kantong lalu menguburnya. Tentunya hal ini membuat solusi yang kurang baik. Ini karena jarum yang telah menjadi limbah itu dapat mengandung kuman. Apalagi jarum suntik yang dikubur di dalam tanah tidak bisa hancur di dalam tanah kemudian ini akan menimbulkan masalah baru. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Ide ini muncul untuk membantu tim medis yang akan membuang limbah medis dengan protokol kesehatan yang benar agar jarum suntik tersebut tidak menular ke orang lain.(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Seiring pandemi Covid-19 yang terus meningkat, jumlah limbah medis di DKI Jakarta akibat Covid-19 diperkirakan sebesar 212 ton per harinya. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)