Banyak Nyinyir Utang, Ini Jawaban Mengejutkan Sri Mulyani

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
02 November 2020 19:55
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Dok. Biro KLI-Kemenkeu/ Bayu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi covid-19 membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami peningkatan defisit yang yang signifikan. Oleh karena itu, tak heran, pemerintah Indonesia mau tidak mau harus menutupi defisit dengan utang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki jawabannya sendiri untuk menanggapi masyarakat yang suka menyinggung atau 'nyinyir' dirinya terkait utang negara saat ini.

"Karena kita ingin menyelamatkan ekonomi, maka APBN menghadapi tekanan yang luar biasa. Penerimaannya jatuh, tapi kita memberi bantuan. Membantu hidup banyak sekali [masyarakat]. Makanya defisit kita naik banget," jelas Sri Mulyani melalui video conference, Senin (2/11/2020).


"Makanya ada saja orang yang nyinyir ke saya itu utang-utang. Ya tidak apa-apa, wong itu utang untuk menyelamatkan jiwa seluruh masyarakat di Republik Indonesia," kata Sri Mulyani melanjutkan.

Seperti diketahui, sebelum pandemi covid-19 meluluh lantahkan perekonomian Indonesia, pemerintah memasang target defisit APBN 1,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, kemudian, semua anggaran refocusing atau diprioritaskan untuk menangani covid-19 dan memberikan stimulus kepada sektor kesehatan, UMKM, perlindungan sosial, hingga ke dunia usaha.

Pemerintah melalui Perppu No.1 Tahun 2020, yang kini telah menjadi Undang-Undang No.2 Tahun 2020 memutuskan untuk menaikkan defisit hingga 6,34% terhadap PDB atau setara dengan Rp 1.039,2 triliun.

"Defisit yang tadinya 1,76% terhadap PDB, atau dari kisaran Rp 120 triliun hingga Rp 130 triliun. Defisit kita naik menjadi Rp 1.000 triliun," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading