Cerita Sri Mulyani Ketika Dapat Nilai Merah di Rapor Sekolah

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 October 2020 19:46
Menkeu, Dirjen, dan BNN Rilis Narkoba

Jakarta, CNBC Indonesia - Didapuk menjadi Menteri Keuangan Terbaik Se-Asia Pasifik selama tiga kali beruntun, ternyata Sri Mulyani juga pernah merasakan mendapatkan nilai merah di rapor masa sekolahnya.

Perempuan kelahiran 26 Agustus 1962 itu menceritakan bagaimana ia dibesarkan dari kedua orang tuanya yang merupakan dosen di bidang ilmu pendidikan. Oleh karena itu, segala tindak tanduknya Sri Mulyani di sekolah, selalu dijadikan bahan analisa oleh kedua orang tuanya.

"Ini bicara anaknya lagi ngapain dianalisa dan diomongin. Selain kita ngomongin makanan, politik, tapi percakapan itu kita dapatkan," cerita Sri Mulyani saat berbagi pengalamannya di acara 'cerita di Kemenkeu Mengajar' yang dilakukan virtual, Senin (26/10/2020).


Konsisten orang tuanya dalam mendidik kemudian membawa kebiasaan baik kepada Sri Mulyani, agar di mana pun dirinya berada untuk selalu bisa meluangkan waktu untuk membaca buku.

Sri Mulyani bercerita, bagaimana orang tuanya mengajarkan dirinya untuk bisa berpikir secara logis dan mengeksplorasi setiap hal yang terjadi di dalam hidupnya.



Untuk mendorong Sri Mulyani dan 9 bersaudaranya, orang tua Sri Mulyani mengharuskan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

"Anak-anak ibu saya, gak boleh satu pun yang boleh masuk IPS [Ilmu Pengetahuan Sosial]. Bukan karena apa-apa, karena setiap anak harus mengerti logikanya dulu."

"Orang tua saya mengatakan, kamu nggak perlu harus jadi orang yang pinter masak, menyulam, dan sebagainya. Itu bisa dipelajari waktu sudah tua, dan benar saya belajar masak waktu tinggal di Amerika Serikat. Tapi tidak boleh kehilangan understanding about material, itu karena logical thinking," jelas Sri Mulyani.

Di masa sekolahnya pun, Sri Mulyani mengakui dirinya aktif mengikuti berbagai program ekstra kulikuler dan organisasi. Mulai menjadi bagian dari Organisasi Siswa (OSIS), mengikuti voli, karate, basket. Hingga mengikuti pramuka dan paduan suara.

Kemana-mana, orang tua Sri Mulyani juga mengharuskan ke-10 anaknya untuk membawa buku. Walau terkadang buku itu juga tidak terbaca.

"Tapi buku itu ada. Feel like ada buku aja. Dan sekarang saya tetap sama itu, itu merupakan kebiasaan yang bagus. Olahraga, menyanyi, baca buku, dan berogranisasi. Itu yang menjadi penyebab punya kepekaan, bukan hanya pandai secara akademik," kata Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan kepada pers.Foto: Muhammad Sabki
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan kepada pers.



Namun setelah semua pengalaman-pengalaman terbaiknya pernah dilewati dan ia ceritakan. Sri Mulyani secara terang-terangan mengakui bahwa dirinya juga pernah mendapatkan nilai merah di rapor sekolahnya.

"Saya pernah mendapatkan nilai merah. Dan di keluarga saya, kakak saya juara kelas, adik saya juara kelas. Terus tiba-tiba saya dapat nilai merah," ujarnya.

Beruntung, kata Sri Mulyani orang tuanya justru tetap suportif dan tidak memarahi dirinya karena telah mendapatkan nilai yang jeblok.

"Oh ini bagus rapor kamu seperti ada lipstiknya. Jadi saya punya nilai merah bukan dimarah-marahi, kenapa kamu punya nilai merah. Apalagi gurunya adalah ternyata temannya ibu saya."

"Jadi mereka [orang tuanya] tidak pernah menganggap itu suatu skandal. Jadi orang tua saya tahu bagaimana meningkatkan rasa percaya diri anaknya. Sehingga mereka tidak easily down," kata Sri Mulyani bercerita.

Di saat itu, Sri Mulyani juga menganggap, bahwa menjadi orang tua itu seperti pemilik kebun atau garderner. Karena setiap anak memiliki keunikannya tersendiri, mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan cara mereka sendiri. Dan lingkungan membentuk anak-anak untuk bisa menjadi apapun yang mereka inginkan.

"Parenting seperti garderner. Jangan sampai anak anda sebetulnya cantik seperti bunga anggrek, tapi dipaksa untuk menjadi bunga mawar. Saya menjadi orang tua, saya tidak mengajar-ajari anak saya jadi apa. Kalau mereka tanya, bisa tanya saya atau ke orang lain juga," kata Sri Mulyani menutup ceritanya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading