(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto),
CNBC Indonesia
07 October 2020 17:14
Aksi mereka terkait dengan penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja.
Sejumlah pelajar melempari batu ke arah polisi yang berjaga di kawasan Palmerah, Jakarta, Rabu (7/10/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Polisi yang berpatroli mengejar para pendemo pelajar yang diduga berasal dari sekolah teknologi menengah (STM) di kawasan Pasar Palmerah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Beberapa pelajar diamankan petugas kepolisian saat hendak menuju ke depan Gedung DPR RI, Senayan. (CNBC Indoensia/Andrean Kristianto)
Mereka hendak mengikuti demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. (CNBC Indoensia/Andrean Kristianto)
Pantauan CNBC Indonesia, pengguna motor yang mencurigakan gerak-geriknya juga diperiksa oleh aparat keamanan yang berjaga dilokasi. (CNBC Indoensia/Andrean Kristianto)
Para pelajar itu diduga terprovokasi dengan seruan aksi demo RUU Cipta Kerja ke Gedung DPR RI melalui media sosial. (CNBC Indoensia/Andrean Kristianto)
Puluhan pelajar yang berencana menggelar aksi menolak pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Depan DPR diadang ratusan aparat kepolisian dan TNI. Beberapa pelajar pun ada yang berhasil diamankan polisi. (CNBC Indoensia/Andrean Kristianto)
Aksi yang sedianya akan digelar pukul 13.00 WIB, tak kunjung dimulai hingga pukul 14.00 WIB. Polisi telah menyisir sejumlah area di sekitar Kompleks DPR, Senayang, sejak pukul 12.00 WIB. (CNBC Indoensia/Andrean Kristianto)
Polisi mengamankan sejumlah pelajar yang hendak demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di kawasan Lapangan Tembak, Senayan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Kelompok buruh hingga mahasiswa melakukan aksi di sejumlah kota di Indonesia. Mereka menolak pengesahan UU Cipta Kerja yang dilakukan DPR. Menurut mereka, UU yang digagas Presiden Joko Widodo itu baka membuat rakyat sengsara hingga merusak lingkungan hidup. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)