Menelusuri Tsunami Besar yang Pernah Menghantam Jawa

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
30 September 2020 18:18
Cover Fokus, kecil, thumbnail, luar, Tsunami

Jakarta, CNBC Indonesia- Belakangan publik diramaikan oleh riset yang menyebutkan Pulau Jawa berpotensi dilanda oleh tsunami besar setinggi 20 meter, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke pinggir pantai. Jika dilihat dari sejarah, Selatan Jawa memang memiliki potensi tsunami dan pernah mengalaminya meski tidak tercatat dalam sejarah.

Ahli Paleotsunami LIPI Eko Yulianto mengatakan ada cerita atau mitos tentang gelombang besar di selatan Jawa yang menandakan pernah terjadi tsunami besar di Jawa. Dia mencatat ada kejadian yang terjadi pada 5 Januari 1699 data dari Lebak, Banten, dan sumbernya bukan di darat melainkan di laut.

"Sumbernya bukan di darat, tetapi dari jalur subduksi selatan Jawa itulah yang memicu kami mencari benar atau tidak, dan penelitian kami lakukan menyisir selatan Jawa," tutur Eko dikutip dari Youtube LIPI, The Untold Story Java Southern Sea, Rabu (30/09/2020).


Tsunami di selatan Pulau Jawa menurutnya terekam dari mitos Ratu Kidul, yang menjadi sumber legitimasi kekuasaan di laut selatan. Legitimasi ini juga terdapat unsur politik dari Panembahan Senopati yang menjadi raja yang kemudian ada perkawinan antara dia dan Ratu Kidul.

"Yang menjadi pertanyaan saya apakah cerita itu rekaan atau sebuah metafor tentang peristiwa gelombang besar di masa lalu. Jangan-jangan gelombang tersebut benar terjadi tetapi karena kebutuhan politik Panembahan Senopati, dia membutuhkan legitimasi politik," kata dia.

Eko mengatakan pada 1584-1586 di Pulau Jawa terjadi tiga letusan gunung api dan dua gempa besar yang mengguncang seluruh Jawa. Namun apakah letusan gunung dan gempa bumi saling berkaitan. Semua yang terjadi sebelum datangnya bangsa Eropa menurutnya banyak dibungkus dalam bentuk cerita.

"Dalam beberapa kepercayaan kejadian gempa tsunami dikaitkan dengan Poseidon dewa laut mitologi Yunani jika ada gempa dan tsunami. Di selatan Jawa juga demikian ada legenda Ratu Kidul, dan sama kaya Poseidon. Kita baru memiliki catatan tertulis agak banyak setelah Eropa masuk," kata Eko.

Padahal gempa atau tsunami raksasa merupakan fenomena alam yang mungkin terulang ratusan dan ribuan tahun. Sehingga jika ada peristiwa tsunami dan gempa bumi yang terjadi sebelum itu maka tidak ada catatannya.

Untuk itu cerita yang berkembang di masyarakat bisa jadi berkaitan dengan peristiwa yang benar-benar terjadi. Untuk itu kisah-kisah mitologis menyimpan peristiwa penting di masa lalu, yakni tsunami 400 tahun lalu.

"Kalau bisa membuka inti dari cerita adalah menggunakan cerita tentang adanya ancaman tsunami dan letusan gunung api, karena cerita itu berakar dari masyarakat dan kita memaknai dengan bukti akademis. Harapannya bisa membangun masyarakat yang lebih rasional dan aware dan mereka punya kesadaran untuk mempersiapkan diri sehingga harapannya kerugian maupun korban bisa dikurangi," tuturnya.

Berdasarkan Katalog Tsunami Indonesia 416-2018, Pulau Jawa setidaknya terkena tsunami sebanyak 28 kali sejak tahun 1600-an sampai sekarang. Sebagian besar tsunami tersebut tak memiliki keterangan yang tercatat.

Adapun tsunami hebat yang memakan jiwa terbanyak di Jawa terjadi pada 1883 akibat letusan Gunung Krakatau. Akibat letusan, gempa dan tsunami, korban jiwa yang jatuh mencapai 36.000 orang.

 


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading