Satgas Sebut Kasus Harian Covid-19 Melesat Karena Salah Warga

News - Yuni Astutik, CNBC Indonesia
25 September 2020 09:41
Wiku Adisasmito juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona memberi Keterangan Pers Juru Bicara terkait Update Data Covid-19 Nasiona. (Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebut ada beberapa hal kenapa konfirmasi kasus positif Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan peningkatan.


Juru Bicara sekaligus Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengtaaan yang pertama masyarakat belum disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal itu diperburuk perilaku masyarakat yang berkerumun sehingga menimbulkan risiko penularan.


"Seiring berjalan waktu, kami lihat masyarakat makin lengah mengabaikan protokol kesehatan. Masyarakat seolah tidak memiliki empati meski begitu banyak korban Covid-19," katanya dalam keterangan pers dari Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (24/9/2020).



Selanjutnya dia menyebut sebagian masyarakat takut melakukan testing ketika memiliki gejala. Sebab, ada kekhawatiran stigma negatif dan ketakutan biaya tinggi saat perawatan apabila positif Covid-19.


"Kami imbau agar masyarakat tidak pandang negatif pada mereka yang positif Covid-19 karena penyakit ini bukan penyakit yang memalukan. Siapapun yang terkena Covid-19 harus kita bantu dan sembuhkan. Dan tidak usah khawatir terhadap biaya perawatan karena seluruhnya ditanggung pemerintah baik BPJS atau tidak dengan BPJS," ujar Wiku.


Dia mengaku, bahwa melihat ada tren berita terjadi konspirasi anti Covid-19 yang belum tervalidasi dan tidak berbasis pada data ilmiah yang sayangnya dipercaya masyarakat. Wiku mengimbau kepada masyarakat betul-betul bekerja sama karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.


Informasi saja, Per 20 September 2020, secara nasional kenaikan kasus mencapai 8,4%. Penyumbang kasus tertinggi dari kenaikan kasus tertinggi ini dari provinsi Jawa Barat, Banten, Sulsel, Riau, dan Papua. Sedangkan jumah kasus tertinggi berasal dari DKI, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jabar, dan Sulsel.

Sedangkan per Kamis (24/9/2020) pukul 12.00 WIB, kasus konfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 257.388. Dari jumlah itu sebanyak 187.958 sembuh dan 9.977 meninggal.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading