Warga Israel diimbau tetap berada di rumah dan tidak boleh ke luar rumah lebih dari 500 meter, kecuali ke tempat kerja.
Sejumlah warga melakukan aksi untuk memprotes keputusan pemerintah yang menutup pantai selama tiga minggu saat penguncian nasional karena pandemi virus Corona, di Tel Aviv, Israel, Sabtu (19/9/2020). Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan memberlakukan penguncian nasional (lockdown) selama tiga minggu ke depan. Lockdown diberlakukan untuk meredam kasus virus Corona (COVID-19) yang melonjak di Israel. (AP Photo/Oded Balilty)
Sebelumnya, lockdown pertama dilakukan pada Maret lalu dan dilonggarkan di bulan Mei karena kurva pertumbuhan kasus yang melandai. Namun, sepekan terakhir, pertumbuhan kasus COVID-19 di Israel kembali meningkat hingga 5000 per hari. (AP Photo/Oded Balilty)
Warga Israel diimbau tetap berada di rumah dan tidak boleh ke luar rumah lebih dari 500 meter, kecuali ke tempat kerja. Sekolah dan pusat perbelanjaan juga ditutup. Adapun apotek dan ritel diwajibkan buka. (AP Photo/Oded Balilty)
Awalnya, Israel dipuji secara luas karena menekang penyebaran penyakit COVID-19 dengan lockdown pada bulan Maret. Namun, pemerintah mengaku terlalu cepat melonggarkan. (AP Photo/Oded Balilty)
Akibat keputusan untuk penerapan lockdown, sejumlah warga melakukan aksi dengan membawa poster dan teatrikal di pesisir pantai Tel Aviv. Lockdown kedua ini dianggap bisa membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan menimbulkan tekanan tersendiri. (AP Photo/Oded Balilty)
"Sistem kesehatan telah mengibarkan bendera merah. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan kesehatan (publik) dan kebutuhan ekonomi," ucap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan di tv nasional untuk menjelaskan pemerintah tidak punya pilihan, Kamis (17/9). (AP Photo/Oded Balilty)