Tol Trans Sumatera Molor 2 Tahun? Ini Respons Hutama Karya

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
17 September 2020 19:20
H+3 Natal, Volume Lalin di Tol Trans Sumatera Masih Meningkat

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek Jalan Tol Trans Sumatera terancam molor 2 tahun akibat tekanan ekonomi seiring dampak pandemi Covid-19. PT Hutama Karya (Persero) yang disebut sedang kesulitan akhirnya angkat suara mengenai hal ini.

Executive Vice President Corporate Secretary Hutama Karya Muhammad Fauzan menegaskan bahwa pihaknya mengikuti arahan dan kebijakan dari pemerintah dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

"Kami berkomitmen untuk dapat menyelesaikan pembangunan JTTS tepat waktu sesuai harapan dari stakeholder," kata Fauzan kepada CNBC Indonesia, Kamis (17/9/2020).

Ia tak menjelaskan mengenai kondisi keuangan Hutama Karya secara perinci. Kendati demikian, dia mengakui bahwa memang tidak sedikit kebutuhan pendanaan untuk menggarap kontruksi dari ujung utara sampai selatan Sumatera.

"Mengingat JTTS ini merupakan megaproyek dengan kebutuhan pendanaan yang sangat besar, maka perusahaan perlu mencari berbagai alternatif pembiayaan. Sumber pendanaan saat ini berasal dari PMN, sindikasi perbankan dan creative financing lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, proyek Tol Trans Sumatera terancam molor akibat tekanan yang ditimbulkan pandemi Covid-19. Hal ini diakui oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo ketika berbicara mengenai perkembangan proyek-proyek infrastruktur.

Ia menjelaskan bahwa capaian infrastruktur di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang paling menonjol adalah dua jaringan tol yakni Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera, sebagai backbone konektivitas antar wilayah.

"Trans Jawa sudah akan terealisasi penuh, saat ini kita sedang menyelesaikan yang di ujung Jawa Timur yaitu antara Probolinggo sampai dengan Banyuwangi, itu yang belum terkoneksi," ujar Kartika dalam sebuah webinar, Rabu (16/9/2020).



Sementara untuk Tol Trans Sumatera, ia menjelaskan, memang saat ini baru beberapa ruas saja yang selesai. Kartika bilang masih ada sebagian ruas yang perlu diselesaikan untuk mendapatkan 11 ruas utama.

"Diharapkan backbone-nya bisa tercapai pada 2024 atau mungkin terlambat 1-2 tahun, karena kondisi Covid-19 yang memang tekanan keuangan yang berat pada pengembangannya yaitu HK (Hutama Karya)," kata pria yang bisa disapa Tiko ini.

Ia menegaskan bahwa proyek Trans Sumatera tetap dilanjutkan dan fokus pada prioritas menyelesaikan 11 ruas utama. Pasalnya, dari beberapa ruas yang sudah terbangun saat ini, dampak positif terhadap arus logistik sudah mulai dirasakan.

"Kita tetap fokus untuk menyelesaikan 11 ruas yang memang sudah jadi komitmen awal. Dan saat ini konektivitas antara Bakauheni sampai Palembang sudah terjadi. Kalau kita lihat traffic penyeberangan dari Jawa ke Sumatera dan kemudian menggunakan logistik darat sampai ke Palembang sudah meningkat signifikan sekali," urainya.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, juga sempat menyinggung bahwa proyek Tol Trans Sumatera masuk dalam prioritas pemerintah di tahun 2021. Dikatakan bahwa tol ini dijadikan prioritas sebagai langkah memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

"Jalan Tol Trans Sumatera mulai dari Lampung sampai Banda Aceh memang kami masih mencari alternatif pembiayaan untuk merampungkan backbone dari Lampung ke Banda Aceh," kata Hedy dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Senin (14/9/20).



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading