Internasional

Saat Bumi Menangis, Xi Jinping Rayakan Kemenangan Lawan Covid

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
08 September 2020 15:33
Pro-China demonstrators gather outside Parliament House in Canberra, Australia Thursday, March 23, 2017, ahead of the arrival of Chinese Premier Li Keqiang. Li's visit to Australia and New Zealand is the first by a Chinese premier in 11 years. (AP Photo/Rod McGuirk)

Jakarta, CNBC IndonesiaChina sepertinya sudah benar-benar bebas dari corona (Covid-19). Saat negara lain masih melawan wabah ini, negara tersebut mencatat kemenangan yang signifikan.

Presiden China Xi Jinping bahkan merayakan keberhasilan negara dalam menangani virus corona (Covid-19). Dalam upacara penghargaan untuk profesional medis yang dihiasi dengan seruan terompet dan tepuk tangan, Xi mengatakan China telah lulus "tes yang luar biasa dan bersejarah".

Xi juga memuji China yang tanggap atas wabah yang menjadi pandemi global itu. Ia mengatakan jika ketangkasan dan kepemimpinan China dapat menjadi contoh.




"Kami telah melewati ujian yang luar biasa dan bersejarah," kata Xi pada Selasa (8/9/2020), memuji negaranya seraya menyebut "perjuangan heroik",sebagaimana dikutip dari AFP.

"Kami dengan cepat mencapai kesuksesan awal dalam perang rakyat melawan virus korona. Kami memimpin dunia dalam pemulihan ekonomi dan perang melawan Covid-19."

FILE PHOTO: China's President Xi Jinping claps after his speech as he and other new Politburo Standing Committee members meet with the press at the Great Hall of the People in Beijing, China October 25, 2017.  REUTERS/Jason LeeFoto: REUTERS/Jason Lee
FILE PHOTO: China's President Xi Jinping claps after his speech as he and other new Politburo Standing Committee members meet with the press at the Great Hall of the People in Beijing, China October 25, 2017. REUTERS/Jason Lee



Upacara mewah di Aula Besar Rakyat dimulai dengan keheningan satu menit bagi mereka yang kehilangan nyawa selama wabah.

Kemudian Xi membagikan medali emas kepada empat pahlawan dari bidang medis di depan ratusan delegasi. Mereka mengenakan masker wajah dan pin bunga merah yang sangat besar.

Empat penerima penghargaan itu termasuk Zhong Nanshan yang berusia 83 tahun, ahli medis paling terkenal di China yang muncul sebagai wajah perjuangan negara tersebut dalam melawan penularan Covid-19. Zhong dianugerahi medali nasional top China oleh Xi.

"Kami akan bergandengan tangan dengan ... pekerja medis dunia untuk melanjutkan perjuangan dalam melacak asal-usul virus," kata Zhong.

Tiga orang lainnya diberi gelar kehormatan "Pahlawan Rakyat". Mereka adalah ahli biokimia Chen Wei, kepala rumah sakit di Wuhan dan seorang ahli pengobatan tradisional Tiongkok berusia 72 tahun.

Namun sayangnya whistleblower dokter Li Wenliang, yang termasuk di antara mereka yang kemudian meninggal karena Covid-19, tidak masuk di antara mereka yang diberi penghargaan.

China sendiri berada di urutan ke-39 dengan kasus positif corona terbanyak di dunia. Negeri Tirai Bambu ini memiliki 85.144 kasus positif, 4.634 meninggal, dan 80.335 pasien berhasil sembuh.

Di seluruh dunia, dari data Worldometers, ada 27,4 juta warga dunia terinfeksi corona. Sebanyak 896 ribu orang meninggal.

Total ada 213 negara yang terinfeksi, dengan tiga terbanyak kasus yakni AS, India dan Brasil. Corona sendiri ditemukan pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei.

Karena corona sebagian besar negara kini dilanda resesi, di mana ekonomi melambat dua kuartal dalam setahun. Namun China berhasil membalik keadaan dengan pencatatan posisitf di kuartal II 2020 ini.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading