Sri Mulyani Ungkap Alasan Rupiah di Rp 14.600/US$ Pada 2021

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
02 September 2020 13:43
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri Rapat Paripurna DPR dengan agenda tanggapan Pemerintah terhadap Pandangan Fraksi atas RUU tentang P2 APBN TA 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asumsi nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dalam Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2021, ditetapkan pada level Rp 14.600/US$.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, asumsi nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 14.600/US$ sudah mempertimbangkan berbagai hal, baik dari faktor eksternal dan internal.

"Sangat tergantung dari pemulihan domestik yang bisa meningkatkan modal masuk, di dalam negeri dan peluang pemulihan di negara maju," jelas Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (2/9/2020).


Secara downside risk, dan apabila terjadi pemulihan, pemerintah mengasumsikan kebijakan moneter di negeri Paman Sam akan kembali pulih dan terjadi kenaikan suku bunga.

"Itu biasanya memberikan sentimen negatif ke dunia," jelas Sri Mulyani.

Berbeda dari target pemerintah, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan nilai tukar rupiah pada tahun 2021. Pada kisaran Rp 13.900 hingga Rp 14.700 per US$.

Kendati demikian, menurut Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, proyeksi nilai tukar rupiah pemerintah pada 2021, yang sebesar Rp 14.600 per US$ sejalan dengan perkiraan BI.

"Untuk tahun 2021 kami berpandangan asumsi pemerintah dalam penyusunan APBN 2021, di mana rata-rata nilai tukar rupiah sekitar Rp 14..600 per dolar AS itu juga masih sejalan dengan perkirakan BI sekitar Rp 13.900 sampai 14.700 per dolar AS," ujar Perry


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading