Internasional

Baru Diangkat, Menteri Keuangan Thailand Mundur

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
02 September 2020 13:25
Ilustrasi Mata Uang Bath Thailand  REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pridee Daochay mengundurkan diri setelah 26 hari menjabat sebagai Menteri Keuangan Thailand. Pridee mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.

Mantan presiden Kasikornbank berusia 61 tahun tersebut dilaporkan menyerahkan surat pengunduran diri pada Senin (31/8/2020), dan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha sudah menyetujuinya.



Predee diangkat secara resmi sebagai Menteri Keuangan Thailand pada 6 Agustus di bawah kuota perdana menteri.

Dilaporkan oleh Bangkok Post, Predee dikabarkan tidak sependapat dengan wakilnya, Santi Prompat dari Partai Palang Pracharath (PPRP), mengenai perombakan pejabat tinggi, khususnya yang akan mengepalai Departemen Cukai.




Predee dikabarkan menginginkan Lavaron Sangsnit, direktur Badan Kebijakan Fiskal, untuk jabatan itu, tetapi Santi lebih memilih Prapas Kong-Ied, direktur Kantor Kebijakan Perusahaan Negara.

Kabinet pada Selasa (1/9/2020) menunjuk Lavaron sebagai kepala Departemen Cukai, tetapi Predee tetap mengundurkan diri.

"Kami selalu berpikir dia tidak akan bertahan lama karena dia tidak memiliki pengalaman politik," ujar sebuah sumber di PPRP soal pengunduran diri Predee.

Di sisi lain, Thailand sendiri sudah terjun ke jurang resesi. Ekonomi Thailand menunjukkan penurunan yang luar biasa sepanjang kuartal II-2020 akibat pandemi Covid-19 yang menghantam keras sektor pariwisata, ekspor, dan aktivitas ekonomi dalam negeri.

Dilansir dari Reuters pada Senin (17/8/2020), pada kuartal II-2020, ekonomi Thailand tercatat minus 12,2% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). Ini merupakan penurunan atau kontraksi ekonomi terbesar dalam 22 tahun atau sejak krisis 1998.

Secara teknikal, Thailand sudah mengalami resesi, karena pada kuartal I-2020, ekonomi negeri gajah putih ini juga minus 2%. Pemerintah Thailand memprediksi ekonomi negaranya di tahun ini bakal minus 7,3-7,8%. Lebih parah dari proyeksi sebelumnya yaitu minus 5-6%.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading