Jokowi Siapkan Rp356,5 Triliun untuk Pulihkan Ekonomi RI 2021

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
14 August 2020 14:56
Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR RI  Dan Sidang Bersama DPR RI Dan DPD RI. (Tangkapan Layar Sekretariat Presiden RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan dana untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sekitar Rp 356,5 triliun pada tahun depan. Dana ini sudah dicantumkan dalam RAPBN 2021.

Hal tersebut dikemukakan kepala negara saat memberikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2021 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

"Seiring dengan pentingnya kelanjutan Pemulihan Ekonomi Nasional, pada RAPBN tahun 2021 dialokasikan anggaran sekitar Rp 356,5 triliun," kata Jokowi.

Jokowi mengemukakan, dana tersebut akan diarahkan untuk penanganan kesehatan dengan anggaran sekitar Rp 25,4 triliun untuk pengadaan vaksin antivirus, sarana dan prasarana kesehatan, laboratorium, litbang, serta bantuan iuran BPJS untuk PBPU.

"Kedua, perlindungan sosial pada masyarakat menengah ke bawah sekitar Rp 110,2 triliun, melalui program keluarga harapan, kartu sembako, kartu pra kerja, serta bansos tunai," katanya.



"Ketiga, sektoral kementerian/lembaga dan pemda dengan anggaran sekitar Rp 136,7 triliun, yang ditujukan untuk peningkatan pariwisata, ketahanan pangan dan perikanan, kawasan industri, pengembangan ICT, pinjaman ke daerah, serta antisipasi pemulihan ekonomi," jelasnya.

Selain itu, dana tersebut akan diberikan untuk dukungan UMKM sekitar Rp 48,8 triliun melalui subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan UMKM, penjaminan serta penempatan dana di perbankan.

"Kelima, pembiayaan korporasi sekitar Rp 14,9 triliun, yang diperuntukkan bagi lembaga penjaminan dan BUMN yang melakukan penugasan. Keenam, insentif usaha sekitar Rp20,4 triliun, melalui pajak ditanggung pemerintah, pembebasan PPh impor, dan pengembalian pendahuluan PPN," ungkapnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading