Sejumlah peneliti di Thailand melakukan perjalanan ke pedesaan untuk menangkap kampret alias kelelawar di gua tempat hewan kelelawar tinggal. Ini dilakukan dalam upaya melacak asal-usul keruh dari virus corona. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Peneliti Thailand mendaki bukit di Taman Nasional Sai Yok di provinsi barat Kanchanaburi untuk memasang jaring untuk menjebak sekitar 200 kelelawar dari tiga gua yang berbeda. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Thailand memiliki 19 spesies kelelawar tapal kuda tetapi para peneliti mengatakan mereka belum diuji untuk virus korona baru. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Dilansir dari AP menurut data Universitas Johns Hopkins, penelitian awal telah menunjukkan kelelawar sebagai sumber virus yang telah menyerang lebih dari 20,5 juta orang dan menyebabkan kematian lebih dari 748.000 di seluruh dunia. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan April mengatakan bahwa semua bukti yang ada menunjukkan bahwa Covid-19 berasal dari kelelawar di China, tetapi tidak jelas bagaimana virus itu melompat ke manusia. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Mereka bekerja sepanjang malam dan hingga keesokan harinya, mengambil sampel tidak hanya dari kelelawar tapal kuda tetapi juga dari spesies kelelawar lain yang mereka tangkap untuk lebih memahami patogen yang dibawa oleh hewan tersebut. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Tim dari Pusat Ilmu Kesehatan Penyakit Menular Palang Merah Thailand mengambil sampel air liur, darah, dan feses dari kelelawar sebelum melepaskannya. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Tim tersebut dipimpin oleh Supaporn Wacharapluesadee, wakil kepala pusat tersebut, yang telah mempelajari kelelawar dan penyakit yang terkait dengan mereka selama lebih dari 20 tahun. (AP Photo/Sakchai Lalit)