Pemprov DKI Jakarta memperkirakan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, tidak bisa menampung sampah lagi tahun depan.
Sejumlah alat berat beroperasi di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/8/20). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memperkirakan TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat tidak bisa menampung sampah lagi dalam kurun waktu satu tahun ke depan atau tahun 2021. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Bantar gebang akan penuh lantaran menerima 7.500 ton sampah dari Jakarta per harinya. Sementara itu, jumlah sampah yang berhasil diolah tak sebanding dengan sampah yang diterima per hari. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Angka tersebut pun diperkirakan akan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat ibu kota. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sebanyak 7.500 ton sampah tersebut berasal dari sampah rumah tangga atau permukiman, sampah di perkantoran atau restoran, dan sampah di ruang fasilitas umum. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Terlihat di lokasi gunungan sampah yang tinggi membuat pihak pengelola TPST harus membuka lahan baru untuk penampungan sampah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
"Data kami riset yang sudah dilakukan 60 persen dari permukiman kemudian 29 persen dari kawasan komersial seperti hotel dan sebagainya. 11 persen berasal dari fasilitas umum," ujar Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih saat berbincang dilokasi. Saat ditanya antisipasi jika Bantargebang penuh, Andono mengaku tidak pernah membayangkan jika hal tersebut akan terjadi. Tapi, dia optimistis bisa mengurangi jumlah sampah DKI Jakarta lewat program-program pemerintah. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)