Sederet PR Eks Deputi Luhut Usai Sah Jadi Dirjen Minerba ESDM

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
10 August 2020 16:13
Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melantik Ridwan Djamaluddin sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM di kantor Kementerian ESDM, Senin siang (10/8/2020). (CNBC Indonesia/Anisatul)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengungkapkan sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan usai dilantik pada Senin (10/8/2020).

Pertama, menyiapkan aturan turunan dari UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Kedua, mendorong peningkatan nilai tambah atau hilirisasi. Ketiga, investasi di sektor minerba.

Saat ditanya ihwal target aturan turunan UU Nomor 3 Tahun 2020, Ridwan meminta awak media bersabar.

"Barusan pelantikan setengah jam yang lalu, nantilah begitu-begitu," katanya.

"Atau mungkin kalau saya mau tambahkan, yang berikutnya itu adalah berpikir jauh ke depan. Artinya jangan semata-mata kita berpikir hari ini. Seolah-olahnya minerba itu ngurusin izin batu bara melulu sama urusan nikel. Masih banyak urusan lain yang lebih penting," lanjut Ridwan.

Ridwan juga akan fokus soal kewenangan izin di daerah yang saat ini banyak dialihkan ke pusat. Kemudian investasi juga akan dikejar sekaligus mengurus instruktur tambang di daerah.

"Oh tadi soal hubungan pusat daerah. Yang lain, saya kira kalau urusan mineral-mineral itu kan Indonesia harus jadi jagoan. Kita punya banyak kesempatan," ujar Ridwan.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, di sisa tahun ini, Ditjen Minerba akan fokus pada penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi.

"Itu mungkin yang kita pentingkan dulu. Selamat dululah. Untuk tahun ini Indonesia masih bisa bertahan dengan kondisi seperti sekarang," kata Ridwan.

Saat pelantikan, Menteri ESDM Arifin Tasrif berpesan jika sektor minerba memiliki fungsi strategis dalam penerimaan negara. Di tengah pandemi ini, Kementerian ESDM harus berupaya memaksimalkan pendapatan nasional. Arifin yakin jika jajaran baru di Ditjen Minerba akan mampu menjalankan hal tersebut.

"Kita memahami bahwa di tengah kondisi perekonomian dengan tantangan adanya pandemi Covid-19, kita harus berupaya memaksimalkan pendapatan nasional khususnya melalui PNBP yang ditargetkan sebesar Rp 90,22 triliun sesuai APBNP maupun investasi di sektor ESDM sebesar US$ 36,56 miliar," ungkapnya dalam acara pelantikan.

"Dirjen Minerba dan jajaran saya minta mampu melaksanakan hal tersebut, terjadi hilirisasi di subsektor minerba, serta pembinaan inspektur tambang. Dalam waktu dekat siapkan aturan pelaksanaan UU 3 Tahun 2020," lanjut Ridwan.



Ridwan, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, secara resmi dilantik sebagai dirjen minerba ESDM hari ini. Ia mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Bambang Gatot Ariyono sejak Mei 2020 lantaran memasuki masa pensiun.

Seperti diketahui, selain Ridwan, ada lima nama lain yang mengikuti seleksi untuk mengisi jabatab dirjen minerba Kementerian ESDM. Mereka antara lain Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, Kepala Pusat PPSDM Geominerba Kementerian ESDM Mohamad Priharto Dwinugroho.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak, dan Asisten Deputi Industri Penunjang Infrastruktur Kemenko Marves Yohannes Yudi Prabangkara.

Mengutip keterangan di laman PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Ridwan lahir di Bangka, 24 Maret 1963. Ia memperoleh gelar pendidikan Sarjana (S1) Ilmu Geologi di Institut Teknologi Bandung, kemudian melanjutkan pendidikan S-2 dengan disiplin ilmu yang sama di University of Twente Belanda.

Kemudian, Ridwan menempuh pendidikan S-3 Ilmu Geologi di Texas A&M University. Ia menjabat sebagai Komisaris Pelindo III berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No: SK-107/MBU/04/2020 Tanggal 3 April 2020 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia III. Di luar itu, Ia pun pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IATGI).



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

ESDM Update Ekspor Batu Bara Tembus 405 Juta Ton di 2020


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading