Internasional

Misteri Ledakan di Beirut Lebanon & Laporan Mossad Israel

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
07 August 2020 11:07
Kondisi terkini setelah ledakan di Beirut, Lebanon. AP/ Foto: Kondisi terkini setelah ledakan di Beirut, Lebanon. AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Meledaknya gudang amonium nitrat di Pelabuhan Beirut Lebanon, Selasa (4/8/2020) lalu masih mengundang misteri. Pertanyaan mengapa 2.750 ton pupuk itu disimpan bertahun-tahun dan memicu ledakan berbahaya masih mengundang sejumlah tanya.

Sejumlah analisis dimunculkan beberapa media. Dalam sebuah gambar yang diposting secara online oleh Time of Israel, ditulis bagaimana sejumlah pekerja mengelas pintu gudang di sebelah tumpukan i/2 ton karung amonium nitrat, yang diperkirakan terjadi pada hari .

"Pintu dan jendela cocok dengan gambar di lapangan, tak lama kemudian kebakaran terjadi," tulis media itu mengutip sebuah video yang beredar dikutip Jumat (7/8/2020).



Kondisi para pekerja yang mengenakan masker, juga menunjukkan bahwa kejadian tersebut berlangsung baru-baru ini. Namun sayangnya media itu belum bisa mengonfirmasi sumber video.

"Percikan api dari alat las tidak akan dapat menyebabkan nitrat meledak. Tapi dapat menyulut bahan lain dan menaikkan suhu yang cukup tinggi untuk dapat memicu ledakan besar," tulis media itu lagi.

Percikan api ini disebut memang tidak dapat menyebabkan amonium nitrat meledak. Namun bisa menaikkan suhu cukup tinggi dan membuat ledakan besar.

Spekulasi kedua terkait dengan Nitroprill HD. Ini terkait keberadaan perusahaan Brasil yang memproduksi bahan peledak untuk tambang di area itu.




Media ini juga memasukkan spekulasi lain. Terkait laporan dari intel Israel Mossad tentang kemungkinan serangan yang dilakukan kelompok Hizbullah.

Disebutkan bahwa, laporan itu juga diketahui badan intelijen Eropa. Di mana ada amonium nitrat yang disimpan dan akan digunakan untuk bom di London, Siprus dan sejumlah wilayah.

Namun sayangya tak ada konfirmasi soal ini.

Sementara itu, Kepala Keamanan Umum Kebanon Abbas Ibrahim mengatakan amonium nitrat disimpan selama bertahun-tahun. Dari media Lebanon disebut barang itu disita di 2014 dari kapal rusak yang menuju Zambia.

Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon meminta menyeldikan diselesaikan dalam waktu lima hari.

Sebenarnya amonium nitrat adalah bahan yang dibuat untuk pupuk. Namun bisa juga digunakan sebagai bahan peledak.

Ini terjadi tahun 1947 saat bahan itu disalahkan atas kecelakaan yang terjadi di industri AS. Ini juga disebut jadi alat bom Oklahoma tahun 1995.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mengenal Lebanon, Negeri Kecil Terperosok dalam Tragedi


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading