Sekitar 45 polisi terluka dalam rangkaian demonstrasi di akhir pekan ini di Berlin, Jerman. Para peserta demo, yang sebagiannya merupakan penganut teori konspirasi, menentang pembatasan sosial terkait Covid-19. (3/8/20). (AP/Fabian Sommer)
Dikutip dari AFP, sebagian besar peserta aksi unjuk rasa yang mengabaikan protokol pencegahan Covid-19, misalnya, tak mengenakan masker dan tak menjaga jarak sosial. (AP/Fabian Sommer)
Demo bertajuk "hari kebebasan" ini sendiri diikuti oleh sekitar 20 ribu orang, di Gerbang Brandenburg, Berlin. Mereka terdiri dari perpaduan antara kelompok kiri dan kanan, serta penganut teori konspirasi. (AP/Markus Schreiber)
Polisi mulai membubarkan kerumunan pada sore hari, tetapi ratusan pengunjuk rasa tetap berada di Gerbang Brandenburg hingga larut malam. Sebagian melakukan perlawanan. Tiga petugas bahkan dirawat di rumah sakit. (AP/Fabian Sommer)
Aparat kemudian menangkap 133 orang. Penangkapan itu terkait kasus perlawanan terhadap petugas, pelanggaran perdamaian, dan penggunaan simbol-simbol inkonstitusional. (AP/Fabian Sommer)
Meskipun Jerman memiliki kasus Corona yang relatif rendah, pihak berwenang prihatin dengan peningkatan kasus dalam beberapa pekan terakhir. Aksi demonstrasi tanpa memperhatikan protokol kesehatan pun dikritik. (AP/Markus Schreiber)