Bekas pesawat Kepresidenan Meksiko terparkir di Bandara Internasional Benito Juarez di Meksiko City, Senin (27/7/2020). Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador menjual pesawat jet kepresidenan Meksiko. Pesawat ini dijual karena dianggap terlalu mewah untuk negara yang sebagian besar penduduknya hidup dalam kemiskinan. (AP Photo/Marco Ugarte)
Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner tersebut dibeli beberapa tahun lalu dengan harga US$ 218 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun. Saat itu pesawat itu disebut sebagai yang paling canggih dan efisien yang pernah dimiliki pemimpin negara. (AP Photo/Marco Ugarte)
Pesawat Kepresiden tersebut kin terparkir di Bandara Internasional Benito Juarez usai berada di Amerika Serikat untuk ditawarkan kepada pembeli, namun pesawat tersebut tak kunjung laku. (AP Photo/Marco Ugarte)
Pesawat ini dilengkapi dengan fasilitas mewah seperti kamar mandi berlapis marmer dan kamar mewah kepresidenan dengan tempat mandi pribadi. (AP Photo/Marco Ugarte)
Pandemi virus corona telah menghalangi kesuksesan penjualan jet kepresidenan Meksiko. Itu dikarenakan wabah asal Wuhan, China itu telah membuat penjual tiket undian untuk acara penjualan pesawat, kesulitan menawarkan tiket. Menurut Presiden Andrés Manuel López Obrador pada Senin (27/7/2020), baru sekitar seperempat dari enam juta tiket undian yang telah terjual. (AP Photo/Marco Ugarte)
Rendahnya penjualan tiket itu terjadi kurang dari dua bulan lagi menjelang tibanya acara penarikan undian, yaitu pada 15 September mendatang. Tanggal penarikan bertepatan dengan hari Kemerdekaan Meksiko. Hal itu terancam membuat López Obrador merugi dan gagal mencapai tujuan untuk mengumpulkan target dana untuk membeli peralatan medis. (AP Photo/Marco Ugarte)
Pemerintah memperkirakan pesawat itu akan bernilai US$ 120 juta. Namun, para ahli menganggap harga pemerintah untuk pesawat lama yang bisa menampung 300 penumpang itu masih terlalu mahal. (AP Photo/Marco Ugarte)