Dirut Pertamina Bicara Restrukturisasi & Valuasi US$ 100 M

News - Wahyu Daniel, CNBC Indonesia
27 July 2020 11:57
INFOGRAFIS, Laba PT Pertamina (Persero) Meroket

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) melakukan restrukturisasi organisasinya dengan membentuk sejumlah sub-holding di bawahnya. Ada tujuan besar yang ingin dicapai BUMN migas ini dengan perubahan organisasi.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, buka-bukaan soal tujuan di balik restrukturisasi yang dilakukan.

"Restrukturisasi yang dilakukan Pertamina ini mengikuti megatren global di sektor energi," kata Nicke dalam diskusi bersama sejumlah pemimpin redaksi media massa lewat aplikasi Zoom, Jumat (24/7/2020).

Nicke memaparkan bagaimana perusahaan-perusahaan minyak internasional sudah merespons megatren global ini, dengan memfokuskan organisasinya. Pertamina tidak mau ketinggalan merespons hal tersebut.

Lewat restrukturisasi, Pertamina akan bertindak sebagai holding, yang akan diarahkan pada pengelolaan portofolio dan sinergi bisnis di seluruh Pertamina Grup, mempercepat pengembangan bisnis baru, serta menjalankan program-program nasional.

PertaminaFoto: Istimewa
Pertamina


Sementara sub-holding di bawahnya akan menjalankan peran untuk mendorong operasional secara sempurna. Melalui struktur baru ini, diharapkan Pertamina dapat menjadi lebih lincah, fokus, dan cepat dalam pengembangan kapabilitas kelas dunia di bisnis masing-masing.

Adapun sub-holding yang telah dibentuk yakni upstream subholding yang operasionalnya diserahkan kepada PT Pertamina Hulu Energi, Gas Subholding (PT Perusahaan Gas Negara), Refinery & Petrochemical Subholding (PT Kilang Pertamina Internasional), Power & NRE Subholding (PT Pertamina Power Indonesia) dan Commercial & Trading Subholding (PT Patra Niaga). Selain itu juga terdapat Shipping Company yang operasionalnya diserahkan kepada PT Pertamina International Shipping.


"Restrukturisasi ini bukan serta merta timbul begitu saja, ini sudah direncanakan lama untuk mencapai target kita. Kita lakukan benchmark ke perusahaan-perusahaan lain. Mengubah organisasi agar fokus dan lincah. Kita menjamin integrasi sub-holding agar mandat dari semua pemangku kebijakan dijalankan," kata Nicke.


PertaminaFoto: Istimewa
Pertamina



Apa targetnya?

Nicke menegaskan, restrukturisasi Pertamina akan digenjot untuk menghasilkan profit bagi Pertamina. Sehingga Pertamina menjadi perusahaan besar kelas dunia, dan memiliki valuasi atau nilai pasar hingga US$ 100 miliar di 2024, dan menjadi Top 100 Global Fortune.

Pada 2019 lalu, Nicke memaparkan, Pertamina sudah menduduki peringkat 175 dalam Global Fortune 500. Ini berdasarkan kinerja di 2018, di mana pendapatan Pertamina mencapai US$ 58 miliar, dengan keuntungan US$ 2,53 miliar, dan aset US$ 64,72 miliar.

Dalam paparannya, Nicke mengatakan, lewat restrukturisasi, Pertamina ingin meningkatkan ketahanan energi nasional dan menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia.

PertaminaFoto: Istimewa
Pertamina



Belanja Modal US$ 133 Miliar

Untuk mencapai target itu, Pertamina berencana untuk melakukan belanja modal (capex) senilai US$ 133 miliar pada 2020-2026. Uangnya dari mana?

Nicke memaparkan, 47% dari dana tersebut akan didapatkan dari internal, kemudian 10% dari project financing, 28% dari external fund, dan 15% dari equity financing.

Dana eksternal ini salah satunya akan didapat lewat penawaran saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) anak usaha. Namun, IPO anak usaha masih dalam pembahasan dan belum ada keputusan final.

"Soal IPO, perusahaan-perusahaan migas dunia juga sudah IPO sebagai salah satu opsi mencari dana untuk investasinya," jelas Nicke.

PertaminaFoto: Istimewa
Pertamina



Anak usaha yang berpotensi untuk melakukan IPO adalah anak usaha di bidang hulu dan perkapalan.

Harapan masyarakat ke Pertamina sangat besar, agar BUMN Migas ini makin memiliki peran menjaga ketahanan energi di dalam negeri, dan mendorong ekonomi Indonesia bisa lebih maju.

PertaminaFoto: Istimewa
Pertamina

[Gambas:Video CNBC]

(wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading