Demi Lumbung Pangan RI, Pulang Pisau Siapkan 56.000 Ha Lahan!

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
10 July 2020 15:41
Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan peningkatan jaringan reklamasi rawa di Tahai Baru, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (9/7/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengungkapkan potensi lahan yang ditujukan untuk pengembangan food estate atau lumbung pangan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mencapai 56 ribu hektare.

Demikian disampaikan Edy di sela kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Pulang Pisau, Kalteng, Kamis (9/7/2020). Turut hadir dalam kunjungan itu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

"Di Kabupaten Pulang Pisau potensi lahan yang kita siapkan mencapai 56 ribu hektare. Nah kita berada di lokasi Desa Belanti, Kecamatan Pandih Batu dan Desa Gadabung (juga di Kecamatan Pandih Batu) yang memang menjadi sentra produksi padi kita," kata Edy.

Menurut dia, terdapat enam desa di Kecamatan Pandih Batu yang memiliki luasan mencapai 8.000 hektare.

Edy menambahkan, lahan-lahan yang ada digarap oleh petani lokal maupun petani eks program transmigrasi. Rata-rata panen mereka mencapai 5 ton per hektare.

"Ini juga satu tahun ini perkembangannya cukup menggembirakan," ujar Edy.



Selain meninjau Kabupaten Pulang Pisau, Jokowi juga meninjau Kabupaten Kapuas. Dalam keterangan pers di Pulang Pisau, Jokowi mengatakan pengembangan food estate sudah mulai dikerjakan dalam dua pekan ini, terutama untuk urusan irigasi. 




"Tahun ini Insya Allah akan kita selesaikan kurang lebih 30.000 hektare terlebih dahulu. Kemudian berikutnya akan dalam satu setengah tahun sampai maksimal dua tahun akan ditambah lagi 148.000 hektare. Baik itu di Kabupaten Pulang Pisau maupun di Kabupaten Kapuas," ujarnya.

Menurut dia, food estate disiapkan sejalan dengan prediksi Organisasi Pangan Dunia (FAO). FAO memperingatkan krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi Covid-19. Faktor lain adalah musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi.

"Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan logistik nasional yang nantinya kurang lebih akan dikelola oleh sebuah badan, dan badan ini nanti SPV-nya bisa bekerja sama, baik dengan pola investasi baik nanti dikerjakan BUMN atau dengan skema yang lainnya," kata Jokowi.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading